Breaking News:

Sidang Bentrok Berdarah Lahan Tebu PG Jatitujuh Digelar Lagi, Ada 6 Eksekutor Pembunuhan Disidang

Kali ini ada sebanyak 6 anggota yang disidang, mereka didakwa sebagai pelaku eksekutor atau pembunuhan terhadap 2 petani asal Majalengka.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Para anggota Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis) kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Indramayu, Rabu (12/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Para anggota Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis) kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Indramayu, Rabu (12/1/2022).

Kali ini ada sebanyak 6 anggota yang disidang, mereka didakwa sebagai pelaku eksekutor atau pembunuhan terhadap 2 petani asal Majalengka.

Bentrok berdarah antar petani hingga mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut, sebelumnya terjadi di lahan tebu PG Jatitujuh di perbatasan Indramayu-Majalengka pada Senin (4/10/2021) lalu.

Kuasa Hukum terdakwa, Ruslandi mengatakan, untuk agenda sidang hari ini adalah pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca juga: Babak Baru Tragedi Berdarah Lahan Tebu PG Jatitujuh, 7 Terdakwa Dituntut 2 Tahun Penjara

Baca juga: Sidang Perdana Bentrok Berdarah Lahan Tebu PG Jatitujuh, Tak Ada Ketua F-Kamis

Mereka menjalani sidang secara virtual di Pengadilan Negeri Indramayu.

"Pasal yang didakwakan kepada 6 terdakwa itu, yakni Pasal alternatif," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Lanjut Ruslandi, untuk 4 terdakwa, yakni D (51), W (35), A (36), R (39) didakwa dengan Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan atau Pasal 170 KUHPidana tentang pengeroyokan atau Pasal 107 tentang perkebunan.

Lain halnya dengan 2 terdakwa lainnya, yakni K (41) dan M (49). Didakwa dengan Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan atau Pasal 170 KUHPidana tentang pengeroyokan.

"Bedanya untuk 2 terdakwa ini tidak dikenakan pasal alternatif Pasal 107 tentang perkebunan," ujar dia.

Hal senada juga disampaikan, Humas Pengadilan Negeri Indramayu, Fatchu Rochman.

Menurutnya, untuk 4 terdakwa tadi, mereka akan disidang soal perkata penguasaan lahan.

Apakah keempatnya terbukti menguasai lahan milik negara atau bagaimana, kata Fatchu Rochman, nanti akan dibuktikan pada persidangan selanjutnya.

"Sidang selanjutnya akan digelar pada 21 Januari 2022 dengan agenda pemeriksaan saksi dan alat bukti," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved