Breaking News:

Sejak Pandemi Covid-19 Melanda, Minat Masyarakat untuk Menanam Pohon di Majalengka Meningkat

Di tengah anjuran 'Di Rumah Saja,' sebagai dampak dari Pandemi Covid-19, minat masyarakat untuk menanam pohon meningkat.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Suasana perkebunan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung) wilayah Cimanuk Citanduy, Blok Sawala, Desa Cipaku, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Di tengah anjuran 'Di Rumah Saja,' sebagai dampak dari Pandemi Covid-19, minat masyarakat untuk menanam pohon meningkat.

Kondisi itu berlangsung sejak kasus Covid-19 masuk Indonesia akhir 2019 lalu.

Tingginya minat masyarakat untuk menanam pohon itu seperti data yang ada di Persemaian Permanen, BPDas HL (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung) wilayah Cimanuk Citanduy, Blok Sawala, Desa Cipaku, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. 

Pada 2020 kemarin, BPDas HL Cimanuk Citanduy memproduksi sebanyak 2.500 bibit pohon. Jumlah produksi itu tidak tersisa pada akhir tahun. 

"Tahun 2021 kemarin, produksi sebanyak 300 ribu, dan semuanya terdistribusi. Bahkan, bulan Oktober kemarin sudah habis," ujar Petugas produksi BPDas HL Cimanuk Citanduy, Etoy Natmawijaya, Rabu (12/1/2022).

Suasana perkebunan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung) wilayah Cimanuk Citanduy, Blok Sawala, Desa Cipaku, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Suasana perkebunan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung) wilayah Cimanuk Citanduy, Blok Sawala, Desa Cipaku, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Jumlah produksi dan distribusi pada 2 tahun terkahir itu memang mengalami penurunan dibanding 2019 lalu.

Namun, pengurangan itu bukan disebabkan minimnya permintaan bibit pohon. 

"Kami mulai berdiri pada 2019 dan pada tahun pertama itu produksi 500 ribu. Nah, ketika 2020 kan Pandemi, anggaran dialokasikan untuk penanganan Covid-19."

"Kami di bawah Kementerian Lingkungan Hidup, dan sistemnya sesuai arahan dari atas," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved