Breaking News:

Pengangkatan Mayjen Untung Eks Tim Mawar Jadi Pangdam Jaya Tuai Polemik, Ini Kata Jenderal Andika

Pengangkatan Mayjen TNI Untung Budiharto menjadi Pangdam Jaya menuai polemik lantaran Untung tercatat pernah menjadi anggota tim mawar. 

Tribun Jabar
Jenderal Andika Perkasa, di Rindam III Siliwangi, Kota Bandung Rabu (12/1/2022).  

Laporan Wartawan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pengangkatan Mayjen TNI Untung Budiharto menjadi Pangdam Jaya menuai polemik lantaran Untung tercatat pernah menjadi anggota tim mawar. 

Tim mawar diketahui merupakan tim kecil yang dibentuk dan ditugaskan memburu serta menangkap sejumlah aktivis politik prodemokrasi jelang kejatuhan rezim militer Soeharto. 

Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa mengatakan, pemecatan Untung dari ABRI saat itu telah dianulir berdasarkan putusan pengadilan yang dirilis pada tahun 2000. 

"Pangdam Jaya sebetulnya kalau dari segi hukum kan sudah menjalani apa yang kemudian waktu itu diputuskan oleh pengadilan, waktu itu namanya masih Mahkamah Militer Agung, sudah diputuskan dan berkekuatan hukum tetap dan sudah dijalani," ujar Jenderal Andika Perkasa, di Rindam III Siliwangi, Kota Bandung Rabu (12/1/2022). 

Atas dasar itu, pihaknya mempromosikan Untung menjadi Pangdam Jaya, menggantikan Mulyo Aji yang kini menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. 

"Jadi, memang secara hukum, tidak ada lagi yang kemudian harus dilakukan oleh mereka yang pada saat itu mendapatkan hukuman ya," katanya. 

Tim Mawar sendiri merupakan tim kecil yang berasal dari kesatuan Kopassus Grup IV TNI Angkatan Darat. Tim tersebut beranggotakan 10 orang yang dibentuk Mayor Bambang Kristiono pada Juli 1997. 

Sementara terkait kekosongan Jabatan Pangkostrad, Jenderal Andika Perkasa mengatakan tidak ada masalah apapun hanya masalah waktu. 

"Tinggal menunggu wanjakti-nya saja, itu akan dilakukan paling lama dua minggu dari sekarang, jadi memang wanjakti itu dilakukannya setiap tiga bulanan, jadi tidak setiap saat supaya tidak terlalu menyita waktu," katanya. 

Menurutnya, meski saat masih kosong, secara fungsi tetap berjalan karena semua sudah ada rantai komandonya. 

"Jadi hanya soal waktu saja, semuanya sudah ada rantai komandonya, jadi sudah disusun. Jadi, kalau komandan berhalangan masih ada wakilnya, semuanya masih berfungsi," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved