Breaking News:

Mamay Kaget Anaknya Pulang Dengan Muka Bonyok, Alami Kekerasan di Kegiatan Latihan Pasukan Tongkat

Mamay tidak menyangka anak bungsunya, MF (16) menjadi korban dugaan penganiayaan ketika mengikuti kegiatan latihan pasukan tongkat

Istimewa/Rifa
Orangtua korban kegiatan Pasukan Pramuka SMAN 1 Ciamis lapor ke Polres Ciamis 

TRIBUNCIREBON.COM, CIAMIS – Mamay tidak menyangka anak bungsunya, MF (16) menjadi korban dugaan penganiayaan ketika mengikuti kegiatan latihan pasukan tongkat (Paskat) Ambalan Ciungwanara SMAN 1 Ciamis.

“Akibat mengikuti kegiatan tersebut muka anak saya bonyok, lebam-lebam bekas dipukuli. Ditempeleng. Bibirnya juga lebam” ujar Mamay, orang tua MF kepada Tribun Rabu (12/1).

Menurut Mamay, pada hari Sabtu (8/1) pagi sekitar pukul 08.00 anak bungsunya tersebut pamit katanya untuk mengikuti kegiatan pramuka.

“Tapi tidak menyebut lokasinya di mana. Pulangnya hari Minggu (9/1) pagi sekitar pukul 09.00,”  katanya.

Saat pulang MF memakai jaket yang pakai penutup kepala dan memakai masker, langsung masuk kamar. Jadi belum kelihatan kondisi wajahnya.

“Ketahuannya baru setelah anak saya itu keluar dari WC. Wajahnya koq lebam-lebam, jelas saya sama istri kaget,” ujar Mamay, warga Kertasari Ciamis.

Waktu ditanya kenapa mukanya lebam-lebam bonyok , MF mengakunya karena kecelakaan.

“Awalnya ngakunya karena kecelakaan. Tapi setelah ditanya lagi akhirnya terungkaplah kejadian tersebut (dugaan penganiayaan saat kegiatan pramuka),” katanya.

Menurut Mamay, anaknya mengalami lebam-lebam karena mendapatkan tindakan kekerasan, saling tempeleng dan ditempeleng saat mengikuti kegiatan latihan pasukan tongkat, yang akhirnya lokasinya diketahui di Sarayuda Kertaharja Cijeungjing pada hari Sabtu (8/1) tersebut.

Dan ternyata yang menjadi korban, tidak hanya MF, tetapi juga ada E dan FR, semuanya siswa kelas X. “Paling parah FR, sampai jatuh sakit dan sempat pingsan di tempat kosnya di depan SMAN 1 Ciamis,” ujar Mamay.

Mengetahui kondisi tersebut, Mamay langsung menemui orangtua E di Perum Kertasari kemudian mereka mendatangi SMAN 1 Ciamis pada Minggu (9/1) siang tersebut sekitar pukul 11.00.

“Saya telpon Wakasek dan Pembina Pramuka. Kami bertemu di SMAN 1 Ciamis, setelah bertemu kami bersama wakasek menengok E yang lagi sakit di tempat kos-nya. Siang itu semuanya langsung dibawa ke RSUD Ciamis untuk diobati dan dirawat,” jelasnya.

Esok harinya, MF dan E sudah pulang dari RSUD Ciamis. Sementara FR kata Mamay, dibawa orangtuanya pulang ke Pangandaran dan kemudian dirawat di RSUD Pandega Pangandaran karena kondisi cukup parah.

“Informasinya,  FR hari ini masih dirawat di RSUD Pandega,” tambah Mamay (andri m dani)    

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved