Breaking News:

Bentrokan Geng Motor di Cirebon Dipicu Aksi Balas Dendam, Polisi Tak Peduli Apapun Alasannya

Dua kelompok geng motor terlibat bentrokan di jalan raya wilayah Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (2/1/2022)

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman (kiri), dan Kasat Reskrim, Kompol Anton (kanan), saat menunjukkan barang bukti senjata tajam dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Dua kelompok geng motor terlibat bentrokan di jalan raya wilayah Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (2/1/2022) dinihari.

Dalam peristiea yang terjadi kira-kira pukul 02.30 WIB tersebut, terdapat korban meninggal dunia dan korban luka berat yang hingga kini masih dirawat di RSUD Waled, Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, mengatakan, bentrokan itu pun dilatarbelakangi aksi balas dendam atas penganiayaan beberapa waktu sebelumnya.

Namun, menurut dia, apapun alasannya tindakan tersebut dilarang karena upaya hukum merupakan panglima tertinggi dalam penyelesaian masalah di masyarakat.

"Tidak ada alasan untuk aksi main hukum sendiri seperti itu, kami tindak tegas," ujar Arif Budiman saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/1/2022).

Selain itu, ia menegaskan tidak ada ruang bagi geng motor di Kabupaten Cirebon, terutama jika terbukti mengganggu kamtibmas maka dipastikan ditindak tegas.

Pihaknya pun telah memerintahkan jajarannya juga tidak ragu untuk menindak tegas kelompok-kelompok geng motor yang terbukti melanggar hukum.

Hal itu merupakan komitmen Polresta Cirebon dalam melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat serta menjaga kondusivitas maupun situasi kamtibmas di Kabupaten Cirebon.

"Kami juga mengamankan tiga tersangka berinisial SR, RM, dan BM yang menganiaya dua korban menggunakan senjata tajam, besi, serta kayu," kata Arif Budiman.

Ketiganya merupakan anggota kelompok geng motor RPM. Bahkan, jumlah senjata tajam yang diamankan petugas sebagai barang bukti juga cukup banyak.

Di antaranya, enam celurit, tiga pedang, arit, besi, dan bambu. Selain itu, petugas juga mengamankan enam unit sepeda motor, pakaian korban, dan pakaian pelaku.

Sementara RM mengaku nekat mengajak teman-temannya dari kelompok geng motor untuk berkonvoi dan memburu anggota geng motor dari kelompok lain yang telah menganiaya rekannya.

RM menyampaikan, aksi penganiayaan tersebut terjadi beberapa hari sebelum ia dan kelompoknya menganiaya korban hingga meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka berat.

"Teman saya dianiaya mereka, sehingga kami membalas (dendam). Dari awal sudah menyiapkan senjata tajam, buat jaga-jaga saja," ujar MR di hadapan petugas.

Baca juga: Polisi Amankan Pedang, Parang, dan Celurit yang Digunakan 3 Anggota Geng Motor dalam Bentrokan

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved