Breaking News:

Modus Isi Tenaga Dalam Pimpinan Ponpes di Bandung Cabuli 3 Santriwatinya, Diduga Masih Banyak Korban

Setelah diselidiki, H (38), pemilik sekaligus pengsuh pondok pesantren itu kemudian ditetapkan sebagai tersangka pencabulan terhadap santriwatinya

Editor: Mumu Mujahidin
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad
H (38), pemilik pesantren di Kabupaten Bandung, Jawa Barat jadi tersangka kasus pencabulan santriwati di bawah umur, Senin (10/1/2022). 

TRIBUNCIREBON.COM - Dengan modus mengisi tenaga dalam 3 santriwati mengaku dicabuli oleh pimpinan pondok pesantren di Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pihak kepolisian kembali mengungkap kasus pencabulan santriwati yang terjadi di pesantren. 

Kini, kasus itu terungkap di Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang mana tersangka adalah pemilik pondok pesantren tempat korbannya belajar. 

Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo menyebut bahwa kasus ini dilaporkan pada Minggu (1/1/2022) di mana ada 3 santriwati di bawah umur melaporkan kasus ini kepada polisi. 

Baca juga: Aa Gym Buka Suara Soal Banyaknya Kasus Rudapaksa Santri di Lembaga Pendidikan Agama atau Pesantren

Setelah diselidiki, H (38), pemilik sekaligus pengsuh pondok pesantren itu kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

"H ini adalah pimpinan ponpes, korbannya tiga santriwati yang ada di ponpes tersebut," ujar Kusworo, di Mapolresta Bandung, Soreang, Senin (10/1/2022), dikutip dari Tribun Jabar.

Kusworo menyebut kasus ini sudah terjadi sejak dua tahun yang lalu yaitu sejak 2019.

Yang mana ketiga korban semuanya merupakan anak di bawah umur. 

H, melakukan modusnya dengan dalih mengisi tenaga dalam. 

Korban kemudian diperdaya agar mau menuruti keinginannya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved