Breaking News:

Lagi Enak Tidur, Terpidana Kasus Penggelapan Mobil yang Buron 2 Tahun Diciduk Kejari Kota Cirebon

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon menciduk terpidana kasus penggelapan mobil yang telah buron selama dua tahun.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kepala Kejari Kota Cirebon, Umaryadi (kedua kanan), beserta jajarannya saat konferensi pers di Kejari Kota Cirebon, Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Selasa (11/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon menciduk terpidana kasus penggelapan mobil yang telah buron selama dua tahun.

Kepala Kejari Kota Cirebon, Umaryadi, mengatakan, terpidana itu bernama Zulkifli (35) warga Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Menurut dia, Zulkifli yang ditetapkan sebagai DPO sejak 2019 itu diciduk di rumahnya pada Selasa (11/1/2022) dinihari kira-kira pukul 01.00 WIB.

"Tim Intelijen Kejari Kota Cirebon dan Satreskrim Polres Cirebon Kota berhasil mengamankannya saat yang bersangkutan sedang tidur," kata Umaryadi saat konferensi pers di Kejari Kota Cirebon, Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Selasa (11/1/2022).

Ia mengatakan, pengadilan telah menjatuhkan putusan pidana penjara selama delapan bulan dan denda Rp 500 ribu kepada Zulkifli subsider penjara satu bulan.

Penangkapan Zulkifli juga berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Kota Cirebon nomor 24/Pid/Sus/2019/PN.Cbn yang dikeluarkan pada 20 April 2019.

Karenanya, pihaknya langsung mengeksekusi terpidana tersebut ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Cirebon untuk menjalani hukuman.

"Kami langsung mengeksekusi yang bersangkutan untuk menjalani hukuman yang diberikan, karena berkasnya sudah lengkap," ujar Umaryadi.

Umaryadi menyampaikan, terpidana melanggar Pasal 36 UU RI Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasalnya, Zulkifli terbukti mengalihkan benda (mobil) yang menjadi obyek jaminan fidusia tanpa persetujuan tertulis dari penerima fidusia.

"Barang bukti yang diamankan di antaranya, berbagai berkas dari mulai pengajuan aplikasi perjanjian, surat pesanan persetujuan pembiayaan, akta dan sertifikat fidusia serta lainnya," kata Umaryadi.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved