Breaking News:

Kasus Herry Wirawan

Ini Kata Keluarga Korban Soal Tuntutan Hukuman Mati dan Kebiri Kimia buat Ustaz Bejat Herry Wirawan

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jabar akhirnya menyatakan Herry Wirawancustaz bejat perudapaksa 13 santriwati dituntut hukuman mati dan kebiri kimia.

Editor: dedy herdiana
Istimewa
Herry Wiryawan, guru ngaji bejat yang rudapaksa 12 santriwati di bawah umur hingga hamil. Delapan anak telah lahir. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jabar akhirnya menyatakan Herry Wirawancustaz bejat perudapaksa 13 santriwati dituntut hukuman mati dan kebiri kimia.

Keluarga korban rudakpaksa yang berada di Garut mengatakan tuntutan tersebut  memang menjadi poin-poin yang diperjuangkan pihak keluarga melalui kuasa hukum.

"Itu belum putusan, semoga (putusan) nanti sesuai sama tuntutan," ujar AN (34) salah satu keluarga korban saat dihubungi Tribunjabar.id, Selasa (11/1/2022).

AN menjelaskan dirinya pesimis tuntutan tersebut akan sesuai dengan hasil putusan karena putusan hukuman mati terhadap pelaku rudakpaksa jarang terjadi.

Baca juga: Ini yang Membuat Jaksa Menuntut Herry Wirawan dengan Hukuman Mati dan Kebiri Kimia

Berbeda dengan  bandar narkoba atau teroris yang menurutnya sudah banyak yang diputus hukuman mati.

"Tetep pesimis sih, kalo sampe putusan mati mah, ya secara historis hukum di Indonesia untuk kasus yang sama belum banyak yang dihukum mati," ucapnya.

Ia berharap hasil putusan nanti terhadap ustaz bejat Herry Wirawan sama dengan tuntutan yang sudah ia perjuangkan selama ini.

Menurutnya jika majelis hakim nantinya memutuskan hukuman mati untuk Herry Wirawan, maka akan jadi sejarah baru dan memberikan efek jera terhadap pelaku rudapaksa.

"Mudah-mudahan hukuman mati, jadi awal sejarah baru," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved