Breaking News:

Anggota Kelompok Motor Tewas Dibacok di Bandung Barat, Pelaku dan Korban Bermusuhan

Seorang anggota kelompok motor tewas setelah dibacok anggota dari kelompok lain di Perkebunan Karet PTPN VIII, Kampung Cipeureundeuy

Tribun Jabar
Pelaku pembunuhan saat digiring polisi di Mapolres Cimahi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Seorang anggota kelompok motor tewas setelah dibacok anggota dari kelompok lain di Perkebunan Karet PTPN VIII, Kampung Cipeureundeuy, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kasus pembunuhan yang terjadi pada Senin (2/1/2022) itu menimpa Muhammad Ismail (17).

Polisi akhirnya mengamankan lima pelaku, yakni M Indra Wirasastra (18), Rifki Hikmat (18), Yuda Agung Firmansyah (21), Saka Pratama Erlangga (23), dan RPA (17).

Baca juga: Kecelakaan di Kampung Selaawi Sore Ini, Truk Bermuatan Umbi Terguling dan Tabrak Mobil Angkot

Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan mengatakan, kasus pembunuhan antar kelompok motor tersebut bermula ketika para pelaku berkumpul di sekitar Jalan Raya Cipatat untuk merayakan malam pergantian tahun baru sambil mengkonsumsi minuman keras.

"Mereka merencanakan hunting atau memburu anggota kelompok motor lain yang setahu mereka tengah merayakan anniversary," ujarnya saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Selasa (11/1/2022).

Kemudian korban yang saat itu menggunakan jaket kelompok motor lain berboncengan dengan temannya melintas di Jalan Raya Cipatat dan terlihat oleh para pelaku hingga akhirnya dikejar.

Setelah terkejar, korban langsung dibacok menggunakan berbagai senjata tajam. Saat itu, korban masih hidup dan sempat melarikan diri ke area perkebunan karet, tetapi korban akhirnya ditemukan meninggal dunia.

"Pelaku menggunakan topeng dan membawa senjata tajam dengan memburu korban. Korban terkena bacokan di bagian perut, punggung dan leher," kata Imron.

Imron mengatakan, aksi pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh dendam antar kelompok motor yang sudah terjadi sejak bertahun-tahun sampai sering terjadi perkelahian.

"Modusnya, para tersangka melaksanakan balas dendam. Karena memang kelompok motor ini saling bermusuhan," ucapnya.

Sementara untuk menangkap para pelaku, polisi hanya membutuhkan waktu 6 hari. Mereka pun berhasil ditangkap di beberapa wilayah di lokasi persembunyian mereka.

"Mereka ditangkap di daerah Garut, Tanjung Priok, dan kediamannya. Satu dari lima tersangka ini merupakan seorang pelajar," kata Imron.

Atas perbuatannya, kelima pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Kemudian pasal 365 ayat 4 dengan ancaman seumur hidup. Subsider UU perlindungan anak karena korban di bawah umur," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved