Breaking News:

Heboh Rumah Sakitnya Disebut Rawat Pasien Covid-19 Varian Omicron, Ini Kata Direktur RSUD Al Ihsan

Dewi menjelaskan, karegori kuning itu masuk dengan kondisi dampak sedang, ringan, bahkan tanpa gejala.

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Lutfi Ahmad Mauludin
Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan, yang berada di Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (10/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah / RSUD Al Ihsan, Dewi Basmala, membenarkan adanya pasien diduga terpapar Covid-19 varian Omicron.

Dewi Basmala mengatakan, memang tiga hari yang lalu pihaknya, mendapatkan telepon bahwa di daerah Kabupaten Bandung ada 5 orang positif omicron karena transmisi dari luar negeri.

"Ada 5 orang sekarang, yang 5 orang itu semua ada di ruang rawat inap dengan kategori yang kuning," ujar Dewi, saat ditemui di RS Al- Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (10/1/2022).

Dewi menjelaskan, karegori kuning itu masuk dengan kondisi dampak sedang, ringan, bahkan tanpa gejala.

Baca juga: Penularan Lokal Omicron Pertama Terdeteksi di Jabar, 4 Pasien Sedang Dirawat di Rumah Sakit Ini

Gambar ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus.
Gambar ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus. (Justin TALLIS / AFP)

"Jadi kalau kita lihat memang prediksi, beda dari pada delta dengan omicron. Memang delta berat pada waktu itu, nah omicron ini cenderung ringan sekali, kaya flu, masuk angin biasa, tapi memang perbedaannya adalah transmisinya cepat sekali, penularannya cepat, tapi dengan gejala yang ringan," kata Dewi.

Dewi mengatakan, yang jelas rujukan dari Soreang itu ada lima orang.

"Pada saat ini setelah kami cek memang jumlah pasien covid, ada 18 yang ada di Al- Ihsan. include didalamnya yang lima tadi.

Dewi menjelaskan, dari 18 itu terdiri dari 4 orang yang ada di zona merah, zona merah itu kondisinya sedang ke berat. 

"Nah kalau yg 14 itu sedang ke ringan. sehingga kita memang membedakan ruangan itu berdasarkan security level kondisi pasien," tuturnya.

Baca juga: Buntut Penularan Lokal Omicron di Jabar, Labkesda Tes PCR Belasan Kontak Erat 4 Pasien di Bandung

Dewi memaparkan, jadi awal screening pihaknya melakukan swab PCR terhadap 5 pasien tersebut, adapun untuk mendeteksi omicron, memang membutuhkan satu step lagi dimana itu membutuhkan sekitar 5-7 hari baru bisa mendeteksi jenis omicronnya. 

"Jadi karena PCR sudah positif, kita anggap itu adalah covid-19. Penatalaksanaannya kan sama, antara omicron, covid delta, itu sama penata laksanaannya," ucapnya.

Dewi mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan 5 orang tang diduga terpapar omicron karena beda dengab delta.

"Kalau delta cukup hanya denga PCR, dan pemeriksaan tersebut tergantung alat, ada yang dua jam, ada yang 6 jam. Tapi omicron ini membutuhkan waktu 5 sampai 6 hari, baru diketahui hasilnya, ini omicron atau tidak," ucapnya.

Baca juga: Pulang dari Arab Saudi, Warga Cianjur Terpapar Omicron Kini Masih Jalani Karantina

Baca juga: Kasus Konfirmasi Omicron Melonjak, 414 Orang Terinfeksi, Paling Banyak Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved