Breaking News:

Bahaya Radiasi Tower Internet Mitos atau Bukan, Kabid Infrastruktur Teknologi Jelaskan Begini

jumlah tower di Kuningan ada 322 unit yang tersebar. Jumlah ratusan itu terdiri dari 20 provider atau perusahaan market tersebut.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar/Rizal
Ilustrasi Tower. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Isu soal  bahaya radiasi internet dari sejumlah tower di Kuningan yang berkembang di masyarakat mendapat tanggapan dari Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Acep Tisna Sutisna. 

"Sebenarnya bahaya radiasi menara Internet yang tersebar di lingkungan masyarakat, bagi kesehatan dan kerusakan barang elektronik itu hanya mitos. Sebab dalam proses pembangunan itu jelas melalui  serta menempuh kajian lingkungan terlebih dahulu," kata Acep Tisna mewakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kuningan saat ditemui di kantornya di Jalan Aruji, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (10/1/2022).

Acep Tisna Sudrajat menyebut jumlah tower di Kuningan ada 322 unit yang tersebar. Jumlah ratusan itu terdiri dari 20 provider atau perusahaan market tersebut.

"Jumlah tower hingga sekarang di Kuningan, ada 322 tower dari sebanyak 20 perusahaan tertentu.  Kenapa hanya 20 perusahaan? Jadi setiap perusahaan yang terdata itu memiliki jumlah tower berbeda, misal dalam satu perusahan itu ada yang punya lima tower atau jumlah kepemilikannya bervariatif," katanya.

Baca juga: Gaga Muhammad Keberatan Dituntut 4 Tahun 6 Bulan: Laura Anna Juga Lalai Dalam Hal Sabuk Pengaman

Baca juga: Mantan TKW Ini Mengaku Nyaris Dirudapaksa Berkali-kali oleh Adik Majikannya di Kuwait, Ini Kisahnya

Kemudian dari jumlah ratusan tower itu, kata Acep mengklaim bahwa keberadaan itu sangat bermanfaat terhadap pembangunan di Kuningan.

"Terlebih pamanfaatnnya seperti apa. Namun perlu diketahui, masukan anggaran dari retribusi tower ke bendahara umum daerah itu sebesar Rp 1 062 584 000, pembayaran dilakukan mereka para provider itu langsung ke rekening bendahara umum daerah dan kita hanya tahu bahwa mereka telah bayar saja," ujarnya.

Penyetoran retribusi pemilik tower di Kuningan hingga melebih 1 miliar, kata Acep mengaku bahwa itu merupakan upaya kebaikan dalam mendongkrak pendapatan asli daerah dari target sebelumnya.

"Secara target itu pembayaran overload. Bayangkan saja, target hanya Rp 850 juta dan bisa mencapai Rp 1 Miliaran lebih.

Kemudian perlu diketahui angka itu atas setoran retribusi selama tahun 2020 dan tahun 2021. Karena tahun 2020 itu terjadi kemandekan perusahaan dalam membayar," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved