Breaking News:

Api Muncul di RM Athiam, Damkar Sukabumi Beraksi 2 Menit Setelah Ada Laporan, Pemilik Rugi 30 Juta

Rumah makan Athiam yang berada di Jalan RE. Martadinata No 17, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi terbakar

Editor: Machmud Mubarok
Dok/Damkar Kota Sukabumi
Rumah makan Athiam yang berada di Jalan RE. Martadinata No 17, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi terbakar, Minggu (9/1/2022) malam. 

Laporan kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI -  Rumah makan Athiam yang berada di Jalan RE. Martadinata No 17, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi terbakar, Minggu (9/1/2022) malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.25 WIB. Tiba-tiba api keluar dan mengagetkan karyawan dan warga sekitar setelah api membesar.

Pemilik rumah makan, Ferry mengaku tidak tahu awal terjadinya kebakaran, kala itu ia sedang berada di rumahnya.

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah Berlantai Dua di Ciamis, Pemiliknya Sedang Pengajian di Masjid

Baca juga: Baznas Majalengka Bantu Korban Kebakaran di Malausma, Bupati Karna Sobahi Pun Beri Bantuan Pribadi

Kemudian mendapat laporan dari pegawainya lalu bergegas menuju rumah makan dan setiba di lokasi kejadian api sudah membesar membakar isi rumah makan. 

"Karyawan saya yang tinggal di sini (rumah makan) yang beritahukan kejadian kebakaran, awal kebakaran dan lain-lainnya saya belum tahu," ujar Ferry. 

Kepala Bidang (Kabid) Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Sudrajat mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan warga pada pukul 22.25 WIB dan sampai di tujuan 22.27 WIB. 

"Pada pukul 23.30 api berhasil dipadamkan dengan menerjunkan 6 kendaraan pemadam kebakaran. Tidak ada korban jiwa dan luka dalam peristiwa ini, nilai kerugian berkisar Rp30 juta dan aset yang terselamatkan senilai Rp2,970 milyar," jelasnya.

Dugaan awal terjadi kebakaran akibat dari percikan api menyambar kebocoran selang gas elpiji sehingga api lebih cepat membesar. 

"Kemungkinan jika dari korsleting listrik, semua aliran listrik untuk lampu dan alat listrik lainnya mati, maka diduga api berasal dari sekitaran kompor," jelas Ajat.

Sudrajat mengatakan bahwa pemadaman api mengharuskan mobil pemadam kebakaran harus pulang pergi mengambil air dikarenakan api yang cepat membesar. 

"Selain itu bangunan yang terhalang tembok juga menjadi faktor penghambat dalam pemadaman," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved