Breaking News:

Ternyata Ini Penyebab Banyak Suami Ceraikan Istri di Indramayu, Alasannya Mengejutkan!

Tingginya cerai talak ini menjadi fenomena sendiri di Kabupaten Indramayu. Mengingat Indramayu merupakan salah satu daerah lumbung pekerja migran

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Humas Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu, Agus Gunawan, Jumat (7/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Istri bekerja menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW di luar negeri masih menjadi penyebab utamanya banyaknya suami mengajukan perceraian di Kabupaten Indramayu.

Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya perkara cerai talak yang diputus Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu sepanjang tahun 2021, yakni 2.137 perkara.

Cerai talak sendiri merupakan perkara perceraian yang pengajuannya diajukan oleh pihak suami.

Baca juga: Ada Ratusan Janda Muda Baru di Indramayu, Usia Rata-rata 24 Tahun, Total Setahun 8.002 Pasutri Cerai

Baca juga: Prajurit TNI AD Baik Hati di Indramayu, Bantu Membangun Rumah Untuk Rasitem Janda Jompo 73 Tahun

Humas Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu, Agus Gunawan mengatakan, jumlah cerai talak memang terus mengalami peningkatan dan jumlahnya hampir setara dengan perkara cerai gugat.

"Di tahun 2020 itu jumlahnya 2.399 perkara cerai talak dan tahun ini jumlahnya 2.137 perkara," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (7/1/2022).

Tingginya cerai talak ini menjadi suatu fenomena sendiri di Kabupaten Indramayu.

Mengingat, daerah di Pantura Jabar tersebut juga merupakan salah satu daerah lumbung pekerja migran di Indonesia.

Banyak suami yang beralasan ingin mencari istri lain karena alasan kebutuhan biologis.

Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu, Jumat (7/1/2022).
Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu, Jumat (7/1/2022). (TribunCirebon.com/Handhika Rahman)

Sementara untuk perkara cerai gugat atau cerai yang diajukan pihak istri memang masih mendominasi, di sepanjang tahun 2021 ada sebanyak 5.865 yang menceraikan suaminya.

Ada pun secara keseluruhan, total ada 8.002 perkara perceraian di Kabupaten Indramayu di tahun 2021.

Agus Gunawan mengatakan, secara formal, faktor utamanya perceraian itu karena alasan ekonomi.

Kendati demikian, menurutnya, tingginya jumlah tersebut lebih kepada sudah hilangnya hasrat cinta dari pasangan suami istri.

"Karena kalau masing-masing sudah cinta secara mendalam, faktor ekonomi ini bukan jadi masalah, sehingga memang sangat diperlukan edukasi sebelum menikah," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved