Breaking News:

Cerita Fuaidin dan Keluarga Harus Hidup di Gubuk Penyimpanan Bata yang Kumuh di Majalengka

Fuad sudah satu tahun terakhir menempati gubuk bekas penyimpanan bata merah di Majalengka tempat ia bekerja.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
M Fuaidin bersama anak bungsunya berfoto di depan gubuk reyotnya di Dusun Loji, Desa/Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Jauh dari kata layak tampaknya dirasakan pasangan suami istri M Fuaidin (36) dan Wiwin (32).

Bersama kedua anaknya, mereka tinggal hanya di gubuk bekas penyimpanan bata di Blok Loji, RT 02/01, Desa/Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

Usut punya usut, Fuad merupakan warga Desa Dumu, Kecamatan Rupe, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sudah 21 tahun lalu merantau ke Majalengka.

Fuad sudah satu tahun terakhir menempati gubuk bekas penyimpanan bata merah di tempat ia bekerja.

Pantauan Tribun di lokasi, kondisi Fuad sangat memprihatikan.

M Fuaidin bersama anak bungsunya berfoto di depan gubuk reyotnya di Dusun Loji, Desa/Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka
M Fuaidin bersama anak bungsunya berfoto di depan gubuk reyotnya di Dusun Loji, Desa/Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Gubuk yang berada di antara kebun bambu dan lio bata tempat Fuad bekerja terlihat kumuh.

Adapun, gubuk tersebut hanya berukuran lebih kurang 4x4 m terbuat dari bambu. 

Sedangkan, atap gubuk berasal dari terpal yang dijepit bambu.

Dindingnya terbuat dari plastik bekas penutup bata yang sebagian sudah robek-robek. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved