Breaking News:

Nelayan Indramayu Hilang di Perairan Karawang Masih 16 Tahun, Orangtuanya yang Jadi TKI Terus Nangis

Kedua orang tua Slamet (16), nelayan warga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu tak kuasa menahan kesedihan.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Ibu dari Slamet Romlah saat melakukan video call dengan nenek korban, Nur Aeni di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Kamis (6/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kedua orang tua Slamet (16), nelayan warga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu tak kuasa menahan kesedihan.

Hal tersebut diungkapkan nenek dari Slamet, Nur Aeni (48) saat ditemui Tribuncirebon.com di rumah korban, Kamis (6/1/2022).

Nur Aeni mengatakan, kedua orang tua Slamet saat ini berada di luar negeri, keduanya bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI.

Pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan di Perairan Pakisjaya Karawang, Kamis (6/1/2022).
Pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan di Perairan Pakisjaya Karawang, Kamis (6/1/2022). (dok. Kantor SAR Bandung)

"Di sini, Slamet tinggal di rumah bibinya," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Ibu dari Slamet, Romlah diketahui berada di Abu Dhabi, sedangkan ayahnya Takmadi berada di Taiwan.

Nur Aeni menyampaikan, hampir setiap saat, ibu dari Slamet selalu menghubungi keluarga di Kabupaten Indramayu melalui sambungan video call maupun telepon seluler.

Ia terus menanyakan kabar dari Slamet disela-sela pekerjaannya sebagai TKI.

Ibu dari Slamet pun tampak terus menitikkan air mata mengingat kondisi anak pertamanya tersebut.

"Ibunya nangis terus, nanya kabar Slamet gimana, bapaknya juga sama," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya,

Slamet (16), nelayan warga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu yang dikabarkan hilang di Perairan Pakisjaya Karawang diketahui tidak bisa berenang.
Hal tersebut disampaikan nenek dari Slamet, Nur Aeni (48) saat ditemui Tribuncirebon.com di kediaman korban, Kamis (6/1/2022).
Nur Aeni mengatakan, kondisi tersebut membuat pihak keluarga khawatir.
Terlebih, Slamet hilang di lautan dan tidak bisa berenang.
"Semoga Slamet masih ada umur," ujar dia sambil menangis.
Pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan di Perairan Pakisjaya Karawang, Kamis (6/1/2022).
Pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan di Perairan Pakisjaya Karawang, Kamis (6/1/2022). (dok. Kantor SAR Bandung)
Pada hari ini, rencananya, pihak keluarga akan bertolak ke Karawang.
Keluarga ingin menyaksikan langsung proses pencarian Slamet yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah mengatakan, pencarian hari kedua ini sudah dimulai pukul 07.30 WIB.
Dalam melakukan pencarian, tim dibagi menjadi 3 Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melakukan penyisiran dari Pantai Pakis pada koordinat 5°58'18.28"S 107°07'39.6"E ke arah timur sejauh 5 Km menggunakan LCR Basarnas dan LCR BPBD.
SRU 2 melakukan Penyisiran dari Pantai Pakis pada koordinat 5°58'18.28"S 107°07'39.6"E ke arah barat sejauh 4,1 Km menggunakan LCR Basarnas .
"Dan SRU 3 Penyisiran di sekitar LKK pada koordinat 5°56'24.41"S 107°6'50"E dengan radius 10 Km menggunakan kapal Polair," ujar dia.
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved