Breaking News:

Babak Baru Tragedi Berdarah Lahan Tebu PG Jatitujuh, 7 Terdakwa Dituntut 2 Tahun Penjara

Sebanyak 7 anggota Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis) dituntut 2 tahun penjara.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Sidang tuntutan terhadap para terdakwa tragedi berdarah lahan tebu PG Jatitujuh secara virtual di Pengadilan Negeri Indramayu, Kamis (6/1/2022) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak 7 anggota Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-Kamis) dituntut 2 tahun penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (PJU) dalam sidang tuntutan yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Indramayu.

Mereka didakwa dengan Pasal 1 dan Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 soal kepemilikan senjata tajam dan senjata api.

Sebelumnya, ketujuh anggota F-Kamis itu berkedapatan memegang senjata tajam saat tragedi berdarah yang terjadi di lahan tebu PG Jatitujuh di perbatasan Indramayu-Majalengka pada Senin (4/10/2021) lalu.

Baca juga: Babak Baru Insiden Maut Lahan Tebu PG Jatitujuh, Tujuh Anggota F-Kamis Akui Ini di Persidangan

Kejadian itu membuat 2 orang petani asal Kabupaten Majalengka tewas dengan kondisi yang mengenaskan.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Indramayu, M Ichsan mengatakan, para terdakwa mengakui kepemilikan dari senjata tajam dan senjata api yang dijadikan barang bukti tersebut.

Mereka juga membenarkan saat kejadian tengah membawa senjata-senjata itu.

"Para terdakwa mengakui bahwa saat kejadian membawa senjata tajam dan senjata api, barang bukti yang kami tunjukan juga diakui kepemilikannya," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (6/1/2022).

Baca juga: Sidang Perdana Bentrok Berdarah Lahan Tebu PG Jatitujuh, Tak Ada Ketua F-Kamis

Masih disampaikan M Ichsan, dalam sidang tersebut, para terdakwa juga mengakui bahwa mereka adalah anggota F-Kamis.

Para terdakwa pun mengakui soal lahan tebu PG Jatitujuh yang turut ikut digarap oleh mereka.

Adapun, agenda sidang selanjutkan, akan dilaksanakan pada minggu depan dengan agenda pembelaan terdakwa.

"Sidang selanjutnya, sesuai jadwal akan digelar minggu depan," ujar dia.

Baca juga: Apakah Pemilik Rumah Berniat Membakar Bocah yang Disekap di Rumahnya? Begini Pengakuannya ke Polisi

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved