Breaking News:

Momentum 5 Januari Ternyata Hari Jadi Kabupaten Kuningan, Komunitas Mapelija Lakukan Begini

tanggal tersebut merupakan Hari Jadi Kabupaten Kuningan yang sah berdasarkan penetapan peraturan daerah pada tahun 181

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Video FBL
Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan nomor 21/DP.003/XII/1978 tentang sejarah dan hari jadi Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Momentum 5 Januari merupakan penanggalan sakral bagi masyarakat Kuningan. Pasalnya, tanggal tersebut merupakan Hari Jadi Kabupaten Kuningan yang sah berdasarkan penetapan peraturan daerah pada tahun 1819.

"Ya kegiatan ini sebagai sosialisasi sekaligus ungkapan syukur atas peringatan Hari Jadi Kabupaten Kuningan. Pelaksanaan kegiatan seperti ini sudah empat tahun berjalan hingga sekarang banyak yang tahu tentang Hari Jadi Kabupaten Kuningan itu terjadi pada tanggal 5 Januari," kata Dani, aktivis Masyarakat Peduli Lima Januari saat ditemui di sela kegiatan tadi, Rabu (5/1/2021).

Dani menyebut dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan nomor 21/DP.003/XII/1978 tentang sejarah dan hari jadi Kuningan disebutkan bahwa Hari Jadi Kuningan itu jelas lebih tua dari Hari Jadi Kabupaten Kuningan.

"Untuk Hari Jadi Kuningan itu pada tahun 1 September 1498 Masehi kemudian dalam Perda Hari Jadi Kabupaten Kuningan itu sah pada tahun 1819," katanya.

Baca juga: BIADAB! Bocah 5 Tahun di Sumedang Disekap dan Dirantai di Kamar, Diselamatkan Warga Saat Kebakaran

Baca juga: Jelang Hari Jadi Kuningan Ke-523, Bupati Acep Bareng Forkompimda Ziarah ke Makam Sunan Gunung Djati

Pada tahun 1976 telah dibentuk tim peneliti sejarah dan penulisan sejarah dan penentuan Hari Jadi Kuningan.

"Itu kerja sama Pemkab Kuningan dengan Lembaga Pendidikan IKIP Bandung. Hasilnya itu mengeluarkan buku sejarah dan Hari Jadi Kuningan hingga penetapan hari Jadi Kuningan 1 September," katanya.

Adanya Hari Jadi Kuningan itu, kata Dani bertitik tolak pada permulaan masuk Agama Islam ke Luragung pada tahun 1481 sekaligus momentum sakral penobatan Sang Adipati atau Anak Ki Gendeng Luragung.

"Pengangkatan Adipati itu dilakukan oleh Sunan Gunung Djati pada pemerintahan Kuningan 1498 Masehi," katanya.

Latar belakang penetapan 1 September ini sebelumnya ada beberapa alternatif.  Pertama. pada 11 April 732 Masehi dan alternatif kedua apa 1 September 1498 Masehi.

"Dari hasil kesepakatan 1 September di Jadi Hari Jadi Kuningan hingga menghasilkan tujuh bab.

"Seperti perikehidupan dan perkembangan kebudayaan di daerah Kuningan dalam jaman Purbakala, Pemasukan dan penyebaran Agama Islam di Kuningan. Selain itu, Kuningan dalam jaman Cirebon ada di bawah pengaruh Mataram sampai timbul kebangkitan, Kuningan dalam Masa Kebangkitan 1900 - 1942, Kuningan masa Jepang, Kuningan masa revolusi dan pembangunan serta penutup," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved