Breaking News:

Jadi 'Pak Ogah' di Jalan Lingkar Timur Kuningan, Pemuda Karang Taruna Dapat Ratusan Juta Rupiah

Bagi pengendara pada umumnya sudah tidak asing melihat 'Pak Ogah' saat beraktivitas melakukan pengaturan dan mengarahkan pengendara

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Sejumlah menjadi Pak Ogah di Jalan Lingkar Timur Kuningan 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Bagi pengendara pada umumnya sudah tidak asing melihat 'Pak Ogah' saat beraktivitas melakukan pengaturan sekaligus memberikan jasa dalam mengarahkan dan memandu pengendara.

Hal itulah menjadi motivasi sejumlah pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Sangkanmulya, Kecamatan Cigandamekar, Kuningan melibatkan sebagai Pak Ogah di Jalan Lingkar Timur Kuningan.

"Hampir empat tahun kami melibatkan sejumlah pemuda Karang Taruna melakukan kegiatan seperti Pak Ogah begini. Mengatur, menyebrangkan dan memberi panduan jalan kepada pengemudi yang mengaku tersasar," kata Rudi yang juga Tokoh Masyarakat sekaligus Pengurus Karang Taruna desa setempat saat ditemui di aktivis kegiatan bak Pak Ogah  Rabu (5/1/2022).

Terhitung dalam setiap tahun, Rudi mengklaim bahwa penghasilan sebagai jasa Pak Ogah begini terbilang sangat fantastis.

"Dalam pembukuan kami itu ada catatan lengkap. Nah, setelah di cermati dari per tahun itu kami menghasilkan uang sebanyak 120 juta dan itu bersih tidak ada potongan lain untuk para Pak Ogah begini," katanya.

Nilai uang sebanyak itu, kata Rudi mengaku bahwa itu di dapat dari para pengendara yang cuma - cuma memberikan uang kepada  Pak Ogah. Terlebih dalam setiap hari itu melibatkan Pak Ogah tidak lebih dari 20 pemuda warga desa.

"Betul, dari uang pemberian para pengendara tadi. Setiap hari, kami terjunkan sebanyak 16 pemuda dan warga desa, untuk bertugas di persimpangan jalan ini. Teknik kami terapkan itu jelas bagi - bagi jadwal menjadi saat menjadi Pak Ogah, misal per jam itu mendapat gantian.

"Kemudian, saat mereka mendapat saweran dari pengendara itu pasti ada potongan buat kas Karang Taruna sebesar 20 persenan hingga para Pak Ogah tadi juga merasa nyaman," katanya.

Terkumpulnya uang hingga ratusan juta, kata Rudi mengaku bahwa itu dikeluarkan untuk kepentingan dan kebutuhan sosial lingkungan.

Contoh saat menghadapi peringatan Hari Kemerdekaan atau untuk biaya kegiatan sosial lingkungan pada umumnya.

"Ya untuk anggaran yang terkumpul tadi. Kami gunakan kembali untuk kebutuhan sosial masyarakat. Misal perayaan Agustusan, Hari Jadi Kuningan atau saat pelaksanaan kerja bakti lingkungan masyarakat. Seperti bersih - bersih makam, jalan lingkungan dan banyak lagi kegiatan sosial pada umumnya," katanya.

Penghasilan hingga fantastis tersebut, Rudi mengaku itu sangat baik bagi kalangan pemuda desa. Sebab, kegiatan ini mendapat pembinaan dari kepolisian juga.

"Kami melaksanakan kegiatan ini jelas mendapat pembinaan dari kepolisian juga. Sehingga dalam kegiatan kami ini suka lapor ke polisi, jika ada kecelakaan, balapan atau kegiatan pengendara yang membahayakan pengguna jalan lain," katanya. (*) 

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved