Breaking News:

Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon Beri Catatan Penting Soal Kenaikan Tarif Kunjungan Puskesmas

Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon memberikan beberapa catatan mengenai kenaikan tarif kunjungan Puskesmas yang semula Rp 4 ribu menjadi Rp 10 ribu.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Suasana Puskesmas Sumber di Jalan Pangeran Kejaksan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (4/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon memberikan beberapa catatan mengenai kenaikan tarif kunjungan Puskesmas yang semula Rp 4 ribu menjadi Rp 10 ribu.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Siska Karina, mengatakan, beberapa poin juga telah disepakati bersama sejumlah pihak dalam hal kenaikan tarif kunjungan itu.

Menurut dia, kesepakatan itu dibentuk saat sounding Perbup Nomor 157 Tahun 2021 yang memuat aturan tersebut diberlakukan secara efektif di 60 Puskesmas se-Kabupaten Cirebon.

"Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Dinas Kesehatan, dan Forum Puskesmas Kabupaten Cirebon sudah menyetujui kesepakatan ini," kata Siska Karina saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Selasa (4/1/2022).

Baca juga: Kabar Buruk Buat Warga Kabupaten Cirebon, Tarif Puskesmas Naik 150 Persen, Sekretaris Dinkes: Wajar

Ia mengatakan, sedikitnya terdapat empat poin kesepakatan yang juga menjadi catatan Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon dalam kebijakan itu.

Di antaranya, peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang harus ditingkatkan seiring kenaikan tarif kunjungan, dan petugas yang bakal lebih ramah saat melayani masyarakat.

Hal itu dikarenakan sikap character building yang dikedepankan para petugas Puskesmas dan jaminan kemudahan pedaftaran penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

"Dari hasil sounding, diketahui bahwa tarif kunjungan hanya berlaku kepada warga yang tidak menjadi peserta BPJS dan KIS, karena pemegang BPJS serta KIS gratis," ujar Siska Karina.

Siska menyampaikan, poin kesepakatan lainnya ialah Puskesmas harus berinovasi untuk meningkatkan pelayanannya sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Baca juga: Tarif Daftar Berobat ke Puskesmas di Kabupaten Cirebon Naik, Begini Tanggapan Warga 

Sebab, kini Puskesmas se-Kabupaten Cirebon berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dikelola sendiri, mandiri, dan dituntut harus berinovasi.

Pihaknya mengakui tarif kunjungan Rp 10 ribu itu pun 40 persennya digunakan untuk operasional sehingga puskesmas dan dinkes harus berkomitmen memberikan kenaikan honor bagi tenaga honorer di puskesmas.

"Mereka menyatakan siap untuk melaksanakan poin-poin kesepakatan tersebut setelah tarif kunjungan Puskesmas naik," kata Siska Karina.

Bahkan, menurut dia, kenaikan tarif kunjungan itu pun bakal dievaluasi dalam tiga bulan pertama setelah efektif diberlakukan pada Senin (3/1/2022) pukul 00.00 WIB.

Jika masih ditemukan keluhan dari masyarakat mengenai pelayanan yang tidak maksimal maupun tidak adanya inovasi maka pihaknya akan meminta Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, membatalkan Perbup Nomor 157 Tahun 2021.

Baca juga: Tarif Kunjungan Puskesmas Naik, Dinkes Kabupaten Cirebon Targetkan Retribusi Tahun Ini Capai Rp 2 M

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved