Breaking News:

Kabar Buruk Buat Warga Kabupaten Cirebon, Tarif Puskesmas Naik 150 Persen, Sekretaris Dinkes: Wajar

Kenaikan tarif kunjungan Puskesmas yang mencapai 150 persen itu berlaku secara efektif terhitung mulai Senin (3/1/2022) pukul 00.00 WIB.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Suasana Puskesmas Sumber di Jalan Pangeran Kejaksan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (4/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Tarif kunjungan Puskesmas se-Kabupaten Cirebon yang semula Rp 4 ribu naik menjadi Rp 10 ribu.

Kenaikan tarif kunjungan Puskesmas yang mencapai 150 persen itu berlaku secara efektif terhitung mulai Senin (3/1/2022) pukul 00.00 WIB.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Edi Susanto, mengatakan, kenaikan itu dikarenakan alih status puskesmas dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Namun, menurut dia, kenaikan tarif tersebut tergolong wajar karena telah melalui survei dan kajian yang melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) sejak 2019.

"Ini (kenaikan) wajar, karena melihat Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP)," kata Edi Susanto saat ditemui di Dinkes Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Muria, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (4/1/2022).

Baca juga: Longsor Timpa Ruangan Puskesmas Mekarmukti Garut, Seorang Pasien Nyaris Jadi Korban

Baca juga: Niat Mau Tambah Gizi, Belasan Balita dan Ibu Malah Keracunan di Puskesmas Guntur Garut

ATP adalah kemampuan membayar jasa pelayanan yang diterimanya berdasarkan penghasilan yang dianggap ideal dan WTP merupakan kesediaan mengeluarkan imbalan atas jasa yan diterimanya.

Ia mengatakan, ATP dan WTP juga melihat komposisi besaran dari wilayah sekitar, di antaranya, Kuningan, Majalengka, Indramayu, dan Kota Cirebon.

Selain itu, mengukur kemampuan masyarakat untuk membeli beras dan kemampuan untuk kesehatan, kemudian didapat angka Rp 36 ribu.

"Dari Rp 36 ribu itu ada subsidi berdasarkan melihat situasi luar dan kondisi di lapangan, sehingga kenaikan tarif kunjungan ke puskesmas senilai Rp10 ribu," ujar Edi Susanto.

Edi menyampaikan, kenaikan tarif kunjungan itu pun telah ditetapkan melalui Perbup Nomor 157 Tahun 2021 dan efektif diberlakukan sejak Senin kemarin.

Namun, pihaknya menjelaskan bahwa tarif kunjungan itu hanya dikenakan kepada pengunjung non BPJS Kesehatan. Sementara bagi peserta BPJS Kesehatan dan pemegang KIS tidak dikenakan biaya tersebut.

"Kalau peserta BPJS dan KIS tetap gratis, yang belum punya (BPJS atau KIS) dikenakan tarif Rp 10 ribu. Itu pun ketika berkunjung ke Puskesmas saja," kata Edi Susanto.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved