Breaking News:

Kasus Bahar bin Smith

Pesantren Bahar bin Smith Dilempari 3 Kepala Anjing, Pelaku Teror Terancaam Pidana, Ini Kronologinya

Pelaku teror kepala anjing kepada Habib Bahar bin Smith disebut bakal diberi sanksi pidana atau dipenjara.

Editor: Mumu Mujahidin
Instagram/@squadsayyidbahar
Habib Bahar Bin Smith 

TRIBUNCIREBON.COM - Bahar bin Smith mendapat teror kepala anjing yang dikirimkan ke pondok pesantren miliknya di Bogor, Jawa Barat.

Pelaku teror kepala anjing kepada Habib Bahar bin Smith disebut bakal diberi sanksi pidana atau  dipenjara.

Hal tersebut karena pesan merupakan ancaman fisik bakan bisa ditafsirkan sebagai pesan maut.

Menanggapi ancaman maut ini, Habib Bahar melalui pengacaranya mengutuk tindakan pengecut tersebut.

Habib Bahar bin Smith (BBS) mendapatkan teror maut berupa "kado" kepala anjing.

Kabarnya kepala anjing tersebut diberikan kepada BBS ketika tengah berada di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin pada Jumat (31/12/2021) dini hari WIB.

Pondok pesantren yang berlokasi di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, adalah milik  Habib Bahar bin Smith.

Menurut seorang pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amrielteror kepala anjing yang didapatkan oleh BBS mengandung pesan maut.

Ia menambahkan analisanya, orang yang menjadi penerima pesan tersebut dihadapkan pada resiko kekerasan fisik.

Bahkan kekerasan fisik tersebut bisa sampai pada tahap fatal, yaitu kematian atau bisa dibilang sebagai pesan maut.

Baca juga: SOSOK Brigjen Fauzi Danrem 061 Debat dengan Habib Bahar bin Smith, Ini Isi Perdebatan Mereka

 
"Apa lagi tafsiran yang bisa dibangun, kecuali bahwa tindakan sedemikian rupa adalah pesan maut,"

"Penerima paket-paket itu dihadapkan pada risiko menjadi sasaran kekerasan yang bahkan bisa berujung pada kematian, jika bertindak-tanduk di luar keinginan si pengirimnya,"

"Pihak pengirim boleh jadi dapat dikenai sanksi pidana berdasarkan pasal 335 KUHP," kata Reza dalam keterangannya kepada Tribunnews.com pada Sabtu (1/1/2022).

Ia menambahkan, pengirim bungkusan berisi kepala binatang barangkali memendam amarah, sakit hati, kebencian, atau perasaan-perasaan negatif lainnya kepada penerima pesan.

"Pertanyaannya, mengapa suasana batin semacam itu diekspresikan dengan terlebih dahulu membunuh binatang lalu mengirimnya ke pihak penerima?" tanya Reza.

Halaman
123
Sumber: Tribun sultra
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved