Breaking News:

Warga Resah Lingkungan Mereka Dicemari Bau Busuk Selama Bertahun-tahun, DLH Indramayu Langsung Sidak

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan sidak ke sejumlah pengusaha produksi ikan asin di Kabupaten Indramayu, Kamis (30/12/2021).

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
DLH Kabupaten Indramayu saat mengambil sample limbah pengolahan ikan asin di aliran Sungai Prajagumiwang di Desa Pabean Udik, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Kamis (30/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan sidak ke sejumlah pengusaha produksi ikan asin yang berada di aliran Sungai Prajagumiwang di Desa Pabean Udik, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Kamis (30/12/2021).

Sidak ini menindaklanjuti aduan masyarakat yang mengeluhkan soal pencemaran lingkungan di tempat tinggal mereka.

Salah seorang warga setempat, Rokayah (54) mengatakan, warga sudah resah dengan bau busuk yang menyengat selama bertahun-tahun.

Bau tersebut diduga berasal dari limbah yang dihasilkan oleh pengolahan ikan asin.

"Udah tahunan, yang kasian itu anak-anak harus nyium bau tiap hari," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Sementara itu, Kasi Pengaduan dan Penyelesaian Lingkungan DLH Kabupaten Indramayu, Tusin mengatakan, secara keseluruhan ada 9 titik pengolahan ikan asin yang diadukan warga di desa setempat.

Berdasarkan pengaduan mereka, kata dia, warga resah dengan tercemarnya lingkungan oleh bau busuk yang menyengat.

"Yang jelas untuk hari ini, kami melihat dahulu dan mendata sejauh mana aduan masyarakat itu, apakah benar atau tidak seperti itu," ujar dia.

Disampaikan Tusin, dalam pelaksanaannya, DLH Kabupaten Indramayu juga memeriksa izin dari usaha pengolahan ikan asin tersebut.

DLH Kabupaten Indramayu juga mengecek apakah usaha itu memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau tidak.

"Kita juga mengambil sample limbah yang ada di sungai dari pengolahan ikan asin untuk kemudian dilakukan uji laboratorium," ucapnya.

Tusin melanjutkan, hasil dari uji laboratorium itu kemungkinan akan keluar pada 14 hari ke depan.

Setelah hasil keluar, DLH Kabupaten Indramayu akan melakukan mediasi untuk menyelesaikan pengaduan tersebut.

"Mediasi itu nanti melibatkan pengadu, pihak pengusaha, serta pemerintahan desa dan kecamatan setempat," ujar dia.

Baca juga: Ratusan Ribu Warga Indramayu Tergolong Miskin Ekstrem, Penghasilannya Kurang dari Rp 27 Ribu/Hari

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved