Breaking News:

Kaleidoskop DPRD Kuningan 2021

Skandal dan Kasus di Tubuh DPRD Kuningan Sepanjang 2021, Mulai Korupsi, Cekcok Ketua Hingga Mundur

Beragam isu dan kasus mewarnai perjalanan DPRD Kabupaten Kuningan sepanjang 2021. Tak hanya lokal, ada beberapa isu

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Gedung DPRD Kuningan tutup sementara sehingga tampak sepi tak ada aktivitas setelah ada dua anggota dewan terpapar Covid-19, Senin (11/1/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Beragam isu dan kasus mewarnai perjalanan DPRD Kabupaten Kuningan sepanjang 2021. Tak hanya lokal, ada beberapa isu yang kemudian menjadi perbincangan nasional.

Berikut ini Kaleidoskop isu dan kasus besar di  DPRD Kuningan yang terjadi sepanjang 2021 yang dirangkum wartawan TribunCirebon.com dari arsip pemberitaan:

1. Dugaan korupsi pokir atau anggaran aspirasi

Kasus ini melibatkan sejumlah ketua partai di Kuningan. Uniknya dalam pengadaan hewan ternak itu tidak memiliki umur panjang, melainkan hanya terjadi hanya satu hari usai dilakukan pemeriksaan dari petugas dinas terkait.

Mengenai identitas yang tersandung dugaan kasus melibatkan ketua partai dan anggota DPRD Kuningan lainnya itu sudah terkumpul sebagai bahan data dan keterangan di petugas penegak hukum Kuningan.

Sedang dugaan kasus korupsi yang dilakukan sejumlah oknum Anggota DPRD Kuningan itu ditaksir hingga merugikan keuangan negara lebih dari 2.4 miliar. Terlepas dalam kasus yang sempat mendapat pemeriksaan dan penyelidikan dari unit Tindakan Pidana Korupsi Polres Kuningan dan kasus itu akhirnya tidak pernah ada penuntasan hingga jelang akhir tahun 2021.

Baca juga: Update Dugaan Korupsi Sapi Aspirasi Anggota DPRD Kuningan, Kasat Reskrim Polres Kuningan Ungkap Ini

Baca juga: Ini Hasil Audiensi di DPRD Kuningan, Soal Polemik PT Sinde Budi Sentosa Akan Bor Air Bawah Tanah

2. Dugaan kasus skandal perselingkuhan

Skandal melibatkan oknum Anggota Fraksi PKS DPRD Kuningan, Iyus Firdaus yang tepergok tengah berduaan di sebuah rumah milik warga dan sempat diketahui warga sehingga diarak saat dibawa ke kantor Desa Kutakembaran, Kecamatan Garawangi, Kuningan, Jawa Barat.

Dalam kasus dugaan skandal itu terjadi bertepatan pada pergantian tahun non Masehi atau momentum 1 Muharam 1443 Hijriyah. Kemudian, akibatnya muncul putusan bahwa bersangkutan telah menyatakan sikap melalui pernyataan mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Kuningan. Namun hingga jelang akhir tahun 2021 justru tidak ada kejelasan dan oknum Anggota DPRD Kuningan itu masih menjabat sebagai Anggota Fraksi PKS DPRD Kuningan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved