Breaking News:

Ratusan Ribu Warga Indramayu Tergolong Miskin Ekstrem, Penghasilannya Kurang dari Rp 27 Ribu/Hari

setiap KPM program Kemiskinan Ekstrem ini akan menerima bantuan dengan nominal yang bervariatif, tergantung dari penggolongan sumber

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Koordinator Daerah Kabupaten Indramayu Kemensos RI, Ramdhan Dwi Ratriana. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak 100.501 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Indramayu masuk dalam kategori Kemiskinan Ekstrem.

Penyaluran bantuan itu akan disalurkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain itu, ada pula warga yang masuk Kemiskinan Ekstrem yang penyalurannya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Indramayu dan Provinsi Jabar sebanyak 15.384 KPM.

Koordinator Daerah Kabupaten Indramayu Kemensos RI, Ramdhan Dwi Ratriana mengatakan, mereka yang masuk kategori Kemiskinan Ekstrem ini diketahui merupakan keluarga tidak mampu yang memiliki penghasilan kurang dari Rp 27 ribu per hari.

Baca juga: Kuningan Masuk Daerah Miskin Ekstrem di Jabar, Menteri Desa Abdul Halim Iskandar Beri 2 Solusi Cepat

Baca juga: Duh, Warga Jabar Miskin Ekstrem Capai Ratusan Ribu Orang, Wapres Targetkan Bisa Atasi Hingga 2024

Atau dengan kata lain, kurang dari Rp 810 ribu per bulannya.

"Jadi alhamdulillah dan innalilahi, Indramayu ini masuk ke dalam daerah yang termasuk program kemiskinan ekstrem," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (24/12/2021).

Ramdhan Dwi Ratriana mengatakan, setiap KPM program Kemiskinan Ekstrem ini akan menerima bantuan dengan nominal yang bervariatif, tergantung dari penggolongan sumber anggarannya.

Yakni, nominal Rp 900 ribu untuk KPM yang bantuannya bersumber dari APBN dan APBD Indramayu.

Sedangkan KPM yang menerima bantuan dari APBD Provinsi Jabar sebesar Rp 400 ribu.

Penyaluran tersebut dilakukan sekali dan ditargetkan bisa selesai pada akhir Desember 2021 ini.

Ramdhan Dwi Ratriana menyampaikan, untuk KPM yang menerima bantuan Kemiskinan Ekstrem dari APBN, dananya disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan masuk dalam Desil 1.

"Sedangkan yang bersumber dari APBD itu datanya yang saya tahu dari hasil musyawarah desa dan kelurahan, sehingga datanya memang sedikit hanya 15 ribuan," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved