Breaking News:

OJK Cirebon Targetkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Kuningan Terbentuk Tahun Depan

Kepala OJK Cirebon, M Fredly Nasution, mengatakan, empat dari lima daerah se-Ciayumajakuning telah membentuk TPKAD.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kepala OJK Cirebon, M Fredly Nasution (kiri), saat konferensi pers akhir tahun di OJK Cirebon, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Rabu (28/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menargetkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Kuningan terbentuk pada tahun depan.

Kepala OJK Cirebon, M Fredly Nasution, mengatakan, empat dari lima daerah se-Ciayumajakuning telah membentuk TPKAD.

Menurut dia, Kabupaten Kuningan menjadi satu-satunya daerah di Ciayumajakuning yang belum membentuk TPKAD.

"Sebenarnya draf TPKAD Kuningan sudah ada, tapi hingga kini kami belum tahu timnya dibentuk atau belum," ujar M Fredly Nasution saat konferensi pers akhir tahun di OJK Cirebon, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Rabu (28/12/2021).

Ia mengatakan, Kota Cirebon telah membentuk TPKAD sejak 2016, sedangkan Kabupaten Cirebon, Majalengka, dan Indramayu baru tahun ini.

Karenanya, pihaknya berharap TPKAD Kabupaten Kuningan dapat dibentuk pada awal 2022 sehingga seluruh daerah di Ciayumajakuning memiliki tim tersebut.

TPKAD sendiri merupakan forum koordinasi antarstakeholder untuk meningkatkan dan mempercepat akses keuangan dalam rangka mendorong ekonomi daerah.

"TPKAD juga bertujuan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan," kata M Fredly Nasution.

Fredly menyampaikan, sejauh ini TPKAD melalui program-programnya mempunyai peranan penting dalam mendorong sektor perekonomian di Ciayumajakuning.

Misalnya, program Kelas Inklusi Keuangan (Kelingan) yang digulirkan TPKAD Kota Cirebon yang mempertemukan pelaku UMKM dengan industri jasa keuangan (IJK) melalui edukasi produk dan jasa keuangan.

Selain itu, kegiatan Kelingan juga menghadirkan narasumber non-IJK, yakni pembicara profesional yang menyampaikan materi untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan UMKM.

Sementara TPKAD Kabupaten Cirebon menggulirkan program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) untuk memberantas rentenir yang bekerja sama dengan bank milik Pemkab Cirebon, yaitu Perumda BPR Kabupaten Cirebon dan BPR Astanajapura.

"Hingga November 2021, program Kredit Pedagang Pasar Tradisional Cirebon Sing Utama (Keppincut) yang bekerja sama dengan Perumda BPR Kabupaten Cirebon telah menyalurkan kredit sebesar Rp 559 juta kepada 162 debitur," ujar M Fredly Nasution.

Untuk Program K/PMR lainnya yang bekerja sama dengan BPR Astanajapura melalui program Kredit Pedagang Pasar (Kipas) telah menyalurkan kredit kepada 410 debitur dengan total penyaluran kredit sebesar Rp 1,69 miliar dan Pinjaman Untuk Rakyat (Pantura) dengan penyaluran kredit sebesar Rp 2,84 miliar kepada 147 debitur.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved