Breaking News:

Dua Ekor Kukang Jawa Dilepasliarkan di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kepala BTNGC Ungkap Begini

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Kuningan melepasliarkan dua ekor Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) ke habitat hutan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Humas BTNGC Kuningan
Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Kuningan melepasliarkan dua ekor Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) ke habitat hutan alam 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Kuningan melepasliarkan dua ekor Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) ke habitat hutan alam, Rabu (29/1/2021). Kawasan Gunung Ciremai merupakan lokasi konservasi sekaligus  habitat alam bagi flora fauna endemik di Jawa Barat.

Berdasarkan laporan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jawa Barat) pada tanggal 3 dan 6 Desember 2021, telah dilakukan penyerahan satwa oleh warga Desa Sindangagung dan Desa Karoya, Kabupaten Kuningan.

"Penyerahan hewan itu ada sebanyak 2 (dua) ekor Kukang, dalam kondisi sehat serta aktif dan tidak ditemukan luka atau cacat. Kemudian, hasil serahan satwa diserahkan kepada Yayasan IAR Indonesia untuk direhabilitasi. Hingga akhirnya kami melakukan pelepasanliaran hewan tersebut," kata Teguh yang juga Kepala BTNGC Kuningan, Rabu (29/12/2021).

Baca juga: Krisis Keuangan Kebun Binatang Bandung Meminta Sumbangan untuk Pakan Satwa, Pemerintah Belum Bantu

Baca juga: Satwa Langka Elang Ular Bido Ditemukan di Majalengka dalam Kondisi Luka, Diduga Diburu Orang

Yayasan IAR Indonesia merupakan organisasi yang bergerak di bidang pelestarian primata Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pascalepasliar.

“Melakukan sosialisasi dalam penanganan satwa yang diserahkan oleh masyarakat desa tadi," katanya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNGC Didik Sujianto, menambahkan bahwa saat ini masyarakat sudah semakin peduli terhadap satwa liar khususnya yang dilindungi, sehingga banyak satwa serahan yang diterima termasuk dua satwa ini dalam kondisi sehat.

"Atas rekomendasi dokter hewan dari Yayasan IAR Indonesia, dua satwa ini telah memenuhi syarat untuk dilepasliar.

Sebagai pertimbangan awal dalam pelepasliaran Kukang Jawa, adalah berat badan dan kondisi gigi. Kemudia Berat badan minimal BCS 3 dan kondisi gigi lengkap namun tidak utuh," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved