Breaking News:

Kejari Terima Limpahan Laporan Kasus Korupsi yang Libatkan Pejabat di Majalengka

Menurutnya, limpahan laporan kasus korupsi tersebut sudah diterima pihaknya sejak beberapa bulan lalu.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Ilustrasi: Konferensi pers digelar Kejaksaan Negeri Majalengka melalui Kasi Intel, Elan Jaelani didampingi Kasi Pidsus, Guntoro Janjang S terkait kasus dugaan korupsi di BPR Majalengka cabang Sukahaji, Senin (22/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka menerima limpahan laporan kasus tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat di salah satu dinas Pemerintah Kabupaten Majalengka.

Limpahan laporan sendiri dilayangkan dari Kejati Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan (Kajari) Majalengka, Eman Sulaeman melalui Kasi Intelijen, Elan Jaelani saat ditemui di kantornya, Selasa (28/12/2021).

Menurutnya, limpahan laporan tersebut sudah diterima pihaknya sejak beberapa bulan lalu.

Saat ini pun, dikatakan dia, limpahan laporan tersebut sedang dalam tahap tindaklanjut.

Konferensi pers digelar Kejaksaan Negeri Majalengka melalui Kasi Intel, Elan Jaelani didampingi Kasi Pidsus, Guntoro Janjang S terkait kasus dugaan korupsi di BPR Majalengka cabang Sukahaji, Senin (22/3/2021).
Ilustrasi: Konferensi pers digelar Kejaksaan Negeri Majalengka melalui Kasi Intel, Elan Jaelani didampingi Kasi Pidsus, Guntoro Janjang S terkait kasus dugaan korupsi di BPR Majalengka cabang Sukahaji, Senin (22/3/2021). (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

"Ya benar, kami menerima limpahan laporan dari Kejati terkait kasus korupsi yang diduga melibatkan pejabat di Majalengka," ujarnya.

Namun, kata dia, pihaknya tidak ingin berspekulasi lebih jauh terlebih dahulu sebelum menemukan hasil dari proses tindaklanjut tersebut.

Adapun, tindaklanjut yang pihaknya lakukan, salah satunya memanggil pihak yang bersangkutan.

"Nanti kami akan sampaikan lebih jauh terkait apakah ada unsur pidana korupsi kah atau tidak. Untuk saat ini itu yang bisa kami sampaikan," ucapnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, dugaan tindak pidana korupsi itu terjadi di salah satu dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka.

Dugaan korupsi itu mengarah ke kritik anggaran terhadap LKPJ Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Majalengka tahun anggaran 2020.

Yang mana, informasi yang berhasil dihimpun juga, telah terjadi kerugian keuangan negara sebesar Rp 11.983.379.358.

Baca juga: Korupsi Dana BLT untuk Lunasi Utang, Kades di Kabupaten Cirebon Diringkus Polisi, Ini Jumlahnya

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved