Breaking News:

Hindari Pencabutan DID, Pemkab Majalengka Kejar Target Vaksinasi Agar Mencapai 70 Persen

Pemkab) Majalengka mengejar target vaksinasi Covid-19 sebesar 70 persen, untuk menghindari pencabutan Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Salah satu lansia di Majalengka jalani vaksinasi Covid-19, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mengejar target vaksinasi Covid-19 sebesar 70 persen, untuk menghindari pencabutan Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat sebesar Rp 19 miliar.

“Iya Pak Mendagri sudah memberi peringatan bagi kabupaten/kota yang vaksinasinya tidak mencapai 70 persen, maka DID akan dicabut dan dipindahkan ke kabupaten/kota yang sudah tercapai targetnya,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, Selasa (28/12/2021).

Menurutnya, Mendagri belum memberikan kejelasan batas waktu pencapaian target vaksinasi tersebut pada 2021 atau Januari 2022.

Sehingga, masih ada waktu bagi Kabupaten Majalengka untuk menyelesaikan target.

“Alhamdulillah, untuk Majalengka pencapaian vaksinasi hingga hari ini sudah 69,28 persen. Jadi mudah-mudahan dalam waktu 4 hari ke depan atau menjelang akhir tahun, sudah bisa tercapai bahkan harapannya bisa melampaui 70 persen. Sehingga ancaman pencabutan DID tidak berlaku bagi Kabupaten Majalengka,” ucapnya.

Baca juga: Kabar Baik, Tak Ada Penambahan Kasus Corona Baru di Majalengka, Sisa 5 Orang yang Isolasi Mandiri

Baca juga: Pemkot Cirebon Targetkan 31 Ribu Anak Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19, Pakai Sinovac Dosis Dewasa

Eman mengemukakan, untuk mengejar sisa 1 persen lagi dari target 70 persen, saat ini tim vaksinator tengah menyasar rumah-rumah warga.

Tentunya, menyasar masyarakat yang belum menjalani vaksin dan datanya sudah dipegang petugas masing wilayah berdasarkan NIK (Nomor Induk Kependudukan).

“Saat ini tinggal menyasar warga yang mengalami kendala. Apakah belum divaksin karena alasan sakit, lansia atau benar-benar tidak bersedia divaksin. Persoalan ini pun harus diketahui benar untuk diperoleh jalan keluar dalam menanganinya,” jelas dia.

Sementara itu, Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Afandi menyebutkan, untuk mencapai target vaksinasi 70 persen dari hasil pengecekannya di lapangan, masih ada kendala.

Di antaranya dana untuk petugas vaksinator belum ada realisasinya, termasuk dana yang bersumber dari BKKBN yang sempat dibahas sebelumnya.

Ia pun menyampaikan, dalam kurun waktu 3 minggu terakhir, pihaknya telah mencocokkan data NIK di Disdukcapil untuk memudahkan upaya menggerakkan masyarakat.

Sebab, data yang dimiliki telah tertera dengan jelas identitas masing-masing.

“Kita telah melakukan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat di tempat-tempat yang ramai, supaya masyarakat bisa melakukan vaksinasi. Kondisi di lapangan masih adanya kendala yang harus kita hadapi salah satunya jangan sampai adanya mis komunikasi.

"Dari Polres Majalengka, tim terus melakukan vaksinasi di tempat-tempat keramaian, dengan menggunakan anggaran dari Polres. Kami harap tim lainnya bisa bersinergi,” katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved