Breaking News:

Bukan Karena Gaji Dipotong, Ketua SP PBB RU VI Balongan Sebut Pekerja Pertamina Mogok Lantaran Ini

Rencana aksi mogok kerja tetap akan dilaksanakan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) pada 29 Desember 2021 sampai dengan 7 Januari 2022

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Istimewa
ILUSTRASI: Kilang PT Pertamina RU VI Balongan Indramayu, Selasa (31/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Rencana aksi mogok kerja tetap akan dilaksanakan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) pada 29 Desember 2021 sampai dengan 7 Januari 2022.

Aksi tersebut tetap dilaksanakan meski manajemen PT Pertamina (Persero) batal memotong gaji karyawan.

Aksi yang bukan gara-gara gaji dipotong ini dilaksanakan di seluruh wilayah kerja PT Pertamina (Persero) holding dan Subholding, termasuk di Balongan, Indramayu.

Ketua SP PBB RU VI Balongan, Tri Wahyudi mengatakan, walau pemotongan gaji karyawan dibatalkan, pihaknya tetap akan melakukan aksi mogok kerja sesuai dengan arahan Presiden FSPPB.

"Ada beberapa tuntutan, bukan soal pemotongan gaji saja, ini lebih ke kedaulatan energi nasional," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Senin (27/12/2021).

Baca juga: Pertamina Balongan Pastikan BBM dan LPG Aman Selama Libur Nataru, Minta Masyarakat Tak Panik

Menurut Tri Wahyudi, FSPPB tidak pernah demo soal kesejahteraan, tapi lebih kepada kedaulatan energi nasional.

Kebijakan yang dibuat direktur Pertamina (Persero) dinilai para pekerja sudah mendzolimi mereka.

Sehingga tidak ada sisi kenyamanan yang diciptakan antara perusahaan dan pekerja.

"Mereka memperjuangkan diri sendiri dan kelompoknya, tapi bukan lebih kepada keamanan pekerja dan jauh dari kedaulatan energi nasional," ucap dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved