Breaking News:

Natal 2021

Rayakan Natal 2021, Gereja Santo Carolus Boromeus Cigugur Kuningan Batasi 50 Persen Kapasitas

Dalam pelaksanaan Natal, jemaat kita batasi dan hanya 50 persen dari total kapasitas kursi yang biasa menampung 450 jemaat.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Rayakan Natal 2021, Gereja Santo Carolus Boromeus Cigugur Kuningan Batasi 50 Persen Kapasitas
(kttn.com)
Selamat Natal 2020

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Menghadapi perayaan Natal 2021, jemaat Gereja Santo Carolus Boromeus yang terletak di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kuningan, tidak banyak melakukan kegiatan yang mengundang jemaat lain.

Namun secara keluarga di masing - masing tempat tinggal itu ada saja yang menyelenggarakan acara malam natal bareng saudara.

"Untuk perayaan Natal, di tempat ibadah kita tidak menyediakan kegiatan yang banyak melibatkan jemaat lain. Karena, sejak masa Pandemi Covid-19, kita sangat taat terhadap anjuran pemerintah untuk prokes," kata Endang yang juga Pengurus Gereja St. Carolus Boromeus saat dihubungi ponselnya, Jum'at (24/12/2021).

Endang mengatakan, ketaatan dalam menjalankan prokes selama Pandemi Covid19 itu di tertera dalam aturan bagi di lingkungan gereja.

Baca juga: KKB Papua Berani Ancam Jokowi dan Minta Hadiah Natal Lewat Surat Terbuka, Begini Isi Suratnya

Baca juga: Kumpulan Ucapan Selamat Natal 2021, Kata-katanya Cocok Dikirim ke Kerabat Saat Rayakan Hari Natal

"Dalam pelaksanaan Natal, jemaat kita batasi dan hanya 50 persen dari total kapasitas kursi yang biasa menampung 450 jemaat. Selain itu, kewajiban prokes wajib pakai masker, cek suhu tubuh dan jemaat wajib membawa sertifikat vaksin saat hendak ke gereja," ujarnya.

Ketentuan lain dalam pelaksanaan Natal di Gereja, kata dia mengklaim pengurus tidak menyediakan hidangan untuk makan bersama dan tidak ada juga agenda ramah tamah yang biasa dilangsungkan pada sebelum Pandemi Covid19 lalu.

"Ya, untuk masa Pandemi Covid-19 kita sangat ketat dalam menerapkan prokes. Tidak ada makan - makan usai Natal di Gereja dan tidak acara ramah tamah. Berjabat tangan itu kita tidak lakukan," ujarnya.

Kebiasaan lain jelang perayaan Natal, Endang mengemuka bahwa biasanya itu sering menggelar kegiatan melibatkan jemaat lain. Seperti melaksanakan doa bersama beberapa waktu sebelum pelaksanaan Natal di Gereja.

"Ya, kalau sebelum ada Pandemi Covid-19. Jemaat itu ada yang sibuk melakukan aktivitas doa bersama atau kita sebut Adven. Jadi pelaksanaan Adven ini biasnya terjadi empat Minggu sebelum hari Natal," katanya. (*) 

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved