Breaking News:

Penipu Tenaga Pendidik di Kuningan Ditangkap Polisi, Modus Beri Bantuan Keuangan Kemendikbud

Hal itu menyusul dengan dugaan aksi penipuan yang mereka lakukan terhadap sejumlah tenaga pendidik yang berasal dari Kuningan daerah lain.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Jumpa pers di Mapolres Kuningan Jum'at (24/12/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Sebanyak empat orang masing-masing berinisial DDS warga Bandung, BDH warga Minahasa, MJ warga Lombok dan AA warga Lumajang berhasil diamankan petugas kepolisian Reskrim Polres Kuningan.

Hal itu menyusul dengan dugaan aksi penipuan yang mereka lakukan terhadap sejumlah tenaga pendidik yang berasal dari Kuningan daerah lain.

Komplotan itu berasal dari kota berbeda, namun sebagian besar tinggal di Jakarta. Adapun daerah asal para pelaku yakni DDS dari Bandung, BDH asal Minahasa, MJ asal Lombok dan AA berasal dari Lumajang.

"Mereka terlibat kasus penipuan bermula saat korban yakni Ade bertemu dengan pelaku DDS di Kemendikbud. Ketika itu, pelaku DDS menerangkan kepada korban bahwa akan ada bantuan keuangan dari Kemendikbud untuk beberapa sekolah," ujar Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP HM Firmansyah saat memberi keterangan kepada awak media, Jum'at (24/12/2021).

Kasar Resmi mengungkap berdasarkan keterangan korban yang dikenalkan kepada pelaku BDH dan MJ, mengaku kenal dekat dengan pihak Kemendikbud.

"Dari berjalannya waktu dan melakukan pertemuan beberapa kali, hingga akhirnya korban diminta persyaratan yakni untuk mengumpulkan proposal saja dari tiap sekolah," katanya.

Dari kegiatan tadi, BDH yang dikenalkan komplotan sebelumnya itu langsung meminta sejumlah uang melalui pelaku DDS kepada pihak korban.

"Modus pelaku dengan meminta sejumlah uang ini untuk mempercepat verifikasi proposal, mempercepat MoU turun, dana transport hingga akan mendatangkan PPK Biro Keuangan Kemendikbud. Total dana yang sudah ditransfer korban senilai Rp 130 juta dan dilakukan empat tahap. Namun sudah lama ditunggu, ternyata ajuan proposal itu tidak kunjung terealisasi,” katanya.

Dari nominal senilai Rp 130 juta ternyata dibagi-bagi oleh pelaku untuk kepentingan pribadi. Masing-masing pelaku yakni BDH menerima Rp 19 juta, MJ menerima Rp 71 juta dan AA menerima Rp 40 juta.

“Atas kejadian ini, pelaku BDH, MJ dan AA dijerat pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara, sedangkan pelaku DDS dijerat pasal 55 karena ikut serta," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved