Breaking News:

Jelang Tahun Baru

Jelang Pergantian Tahun Sejumlah Area Publik dan Taman Kota di Kuningan Tutup, Ini Penjelasan Bupati

Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berencana akan menutup kawasan Taman Kota dan area publik lainnya saat pergantian tahun baru

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Bupati Kuningan H Acep Purnama saat ditemui di Gedung DPRD Kuningan, Selasa (9/11/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berencana akan menutup kawasan Taman Kota dan area publik lainnya saat pergantian tahun baru. Upaya itu untuk mencegah terjadinya kerumunan warga.

"Saat malam pergantian tahun sebagai antisipasi kerumunan warga di kawasan terbuka, khususnya di pusat perkotaan. Kalau taman kota, untuk sementara kebijakan pemerintah daerah tidak akan dibuka dulu. Terutama malam hari, apalagi malam tahun baru,” kata Bupati Kuningan, Acep Purnama saat seusai ditemui dalam kegiatan, Kamis (23/12/2021).

Acep mengaku cukup dilematis dengan kebijakan penutupan taman kota saat malam hari. Sebab ketika malam juga, tak sedikit warga yang mengais rezeki di kawasan Taman Kota Kuningan.

“Dalam pertimbangan dengan persoalan dilema tadi, kita akan kaji ulang dan tetap melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan prokes lapisan masyarakat," katanya.

Baca juga: Jelang Nataru, Polisi Sidak Warung-warung di Pusat Kota Indramayu, Ratusan Botol Miras Pun Disita

Baca juga: Masyarakat yang Akan Bersilaturahmi Saat Libur Nataru Wajib Menjaga Protokol Kesehatan

Masa libur Nataru di Kabupaten Kuningan tidak ada pengetatan atau penyekatan jalan. Namun hal itu menjadi catatan pemerintah melalui Petugas Satgas untuk melakukan pengawasan dan memberlakukan jumlah kunjungan di tempat wisata maksimal 75 persen.

“Usai koordinasi dengan Satgas Covid-19 lainnya dan bahwa dengan Pak Kapolres, kalau tempat wisata dibatasi maksimal 75 persen. Penyekatan tidak ada, hanya mungkin penyekatan bisa terjadi apabila terjadi lonjakan di jalan," ujarnya.

Mengenai aplikasi PeduliLindungi, kata Bupati agar barkode aplikasi tersebut harus sudah terpasang di semua objek wisata. Sebab hal ini bertujuan baik, bukan berarti membatasi pengunjung.

"Penerapan barkode ini sifatnya keharusan bagi orang agar memiliki aplikasi. Sehingga kita lebih mudah mengontrol, apakah sudah divaksin atau belum. Termasuk sudah menyediakan gerai vaksinasi di tempat-tempat wisata,” katanya.

Kebijakan bagi jemaat saat perayaan Natal di Gereja, Acep mengaku tidak ada pengaturan pelaksanaan peribadatan tersebut. Pemerintah daerah sangat menghormati umat kristiani yang ingin melaksanakan Natal di tempat ibadahnya.
“Kita menghormati umat kristiani dalam menjalankan ibadahnya. Tapi tetap kita akan monitor, prokes wajib diterapkan,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved