Breaking News:

Tradisi Adat Ngarot, Budaya Sakral yang Hanya Ada di Indramayu, Jadi Ajang Cari Jodoh Ala Petani

tradisi adat Ngarot sendiri juga dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur untuk menyambut datangnya musim tanam padi.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Acara adat Ngarot di Desa/Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Rabu (22/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Acara adat Ngarot kembali digelar di Desa/Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Rabu (22/12/2021).

Adat Ngarot ini diketahui merupakan bagian dari warisan budaya tak benda (intangible) yang sudah ditetapkan UNESCO pada tahun 2015.

Kepala Desa Lelea, Raidi mengatakan, budaya yang satu ini hanya ada di Kabupaten Indramayu.

Adat tersebut sekaligus menjadi pesta bagi muda-mudi di Desa Lelea yang masih perjaka dan perawan.

Baca juga: Persawahan Desa Lelea Indramayu Jadi Pusat Gempa Tadi Malam, Guncangan Terasa ke Daerah Tetangga

Masyarakat menyebut mereka dengan istilah kasinoman bujang untuk peserta putra dan kasinoman cuene untuk peserta putri.

Kasinoman bujang mengenakan baju adat komboran hitam yang biasa digunakan oleh petani dan kasinoman cuene mengenakan baju kebaya dengan mahkota bunga di kepalanya.

"Adat budaya Ngarot ini sudah ada sejak abad ke-16," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Riadi mengatakan, tradisi adat Ngarot sendiri juga dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur untuk menyambut datangnya musim tanam padi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved