Breaking News:

HEBOH Pria Mengaku Divaksin Covid-19 hingga 17 Kali, Ketua IDI Kota Cirebon Ungkap Efek Bahayanya

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cirebon, dr M Edial Sanif, mengatakan, hal semacam itu merupakan tindakan yang membahayakan.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
DOK. PRIBADI
Ketua IDI Kota Cirebon, dr M Edial Sanif. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Video pria asal Pinrang, Sulawesi Selatan, yang mengaku menjadi joki vaksin Covid-19 hingga divaksin sebanyak 17 kali viral di media sosial.

Pria yang diketahui bernama Abdul Rahim itu mengaku menjadi joki vaksin dan menerima imbalaan uang senilai Rp 100 ribu - Rp 800 ribu.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cirebon, dr M Edial Sanif, mengatakan, hal semacam itu merupakan tindakan yang membahayakan.

Pasalnya, pria tersebut menerima vaksin hingga melebih dosis yang disarankan oleh dokter, yakni sebanyak dua kali dan satu kali booster.

Video pria di Pinrang mengaku joki Vaksin Covid-19.
Video pria di Pinrang mengaku joki Vaksin Covid-19. ((https://twitter.com/cobeh2021))

"Efek ke depannya bagaimana kami belum tahu, tapi obat apa pun kalau overdosis tetap punya risiko," kata M Edial Sanif saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (22/12/2021).

Ia mengatakan, dampak yang ditimbulkan juga bisa bermacam-macam.

Namun, alasan dokter memberikan dosis dalam setiap obat bertujuan agar pasien tidak berlebihan mengonsumsinya.

Bahkan, menurut dia, pria yang telah disuntik vaksin 17 kali itu pun belum tentu tingkat kekebalannya mencapai 17 kali lipat dibanding orang biasa yang divaksin dua kali.

Baca juga: Jadi Joki Vaksin Covid-19, Pria Ini Ngaku Disuntik 17 Kali dan Dibayar Rp 800 Ribu, Ini Kata Dinkes

"Bisa jadi malah sebaliknya, karena sesuatu yang masuk ke tubuh secara berlebihan pasti bermasalah meski pun itu vaksin," ujar M Edial Sanif.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved