Breaking News:

Cerita Dahniar, Sudah 4 Kali Jadi Gadis Ngarot Indramayu, Tampak Cantik dan Anggun Bermahkota Bunga

Acara adat ini, hanya bisa disaksikan di Desa/Kecamatan Lelea setiap bulan Desember pada minggu ke-3 dan pada hari Rabu karena dianggap kramat.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Salah satu Gadis Ngarot, Dahniar Octaviany (22), Rabu (22/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Gadis bermahkota bunga menjadi ikon dari acara tradisi adat Ngarot.

Acara adat ini, hanya bisa disaksikan di Desa/Kecamatan Lelea setiap bulan Desember pada minggu ke-3 dan pada hari Rabu karena dianggap kramat.

Adat budaya tersebut bahkan sudah ada sejak abad ke-16 dan masih dilestarikan sampai dengan sekarang.

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, gadis-gadis yang ikut serta dalam tradisi adat Ngarot ini tampak cantik dan anggun, mereka mengenakan kebaya adat.

Mahkota bunga yang ada di kepala mereka pun menambah keanggunan dari Gadis Ngarot yang merupakan gadis perawan Desa Lelea tersebut.

Masyarakat setempat menyebutnya dengan istilah kasinoman cuene, yang artinya peserta perempuan.

Salah satu gadis Ngarot, Dahniar Octaviany (22) mengatakan, acara adat Ngarot tahun ini menjadi kali keempat yang ia ikuti.

"Ikut jadi Gadis Ngarot, rasanya itu ada kebanggaan tersendiri," ujar dia kepada Tribuncirebon.com seusai kegiatan adat Ngarot selesai di Balai Desa Lelea, Rabu (22/12/2021).

Baca juga: Tradisi Adat Ngarot, Budaya Sakral yang Hanya Ada di Indramayu, Jadi Ajang Cari Jodoh Ala Petani

Acara adat Ngarot di Desa/Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Rabu (22/12/2021).
Acara adat Ngarot di Desa/Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Rabu (22/12/2021). (TribunCirebon.com/Handhika Rahman)
Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved