Breaking News:

Ada 1700 Warga di Kuningan Wafat Karena Covid-19, Warga dan Pelaku Usaha Diminta Taat Prokes

Selain taat pada protokol kesehatan, capaian vaksinasi pun terus dilakukan jajaran Satgas Covid-19 di daerah.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Freepik
Ilustrasi Covid-19. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Upaya pencegahan terhadap pelaksanaan dan pengawasan terhadap bahaya paparan Covid-19 terus dilakukan.

Selain taat pada protokol kesehatan, capaian vaksinasi pun terus dilakukan jajaran Satgas Covid-19 di daerah.

Demikian hal itu dikatakan Bupati Kuningan H Acep Purnama saat melangsungkan kegiatan sosial bersama wartawan di objek Wisata Alam Woodland di Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, Selasa (21/12/2021).

Menurut orang pertama di Kuningan mengklaim selama Pandemi Covid-19 di Kuningan ada sebanyak 1700 orang meninggal akibat terkonfirmasi positif Covid-19.

Lonjakan angka kematian terjadi di tiga bulan pertengahan tahun 2021.

"Ada sebanyak 1700 warga Kuningan meninggal akibat Covid19. Terparah kejadian kematian nyaris tiap waktu secara serentak pada Bulan Mei, Juni dan Bulan Juli. Melihat jumlah kematian pada Bulan Juli itu sekitar 317 orang hingga lonjakan angka kematian pada waktu itu naik pesat," kata Acep.

Adanya kejadian demikian, kata Acep, pemerintah senantiasa melakukan pelaksanaan program pencegahan terhadap bahaya Covid19 tersebut.

"Seperti melaksanakan pengawasan di sejumlah lokasi ramai pengunjung. Objek wisata tempat terbuka umum dan tempat lainnya," katanya.

Terlepas dengan jumlah kematian tadi, Acep mengaku bahwa Kuningan mengalami penilaian miskin tereksrim di tingkat Jawa  Barat.

Hal itu tentu akibat dari dampak Pandemi Covid19 yang melumpuhkan roda perekonomian di lingkungan masyarakat.

"Akibat atau dampak dari Covid-19, Kuningan dinilai miskin terekstrim di tingkat Jawa Barat. Ini adanya pelumpuhan sektor ekonomi di lapisan masyarakat, hingga daya beli kurang," ujarnya.

Hal itu, lanjut Bupati mengatakan bahwa salah satunya warga di lingkungan masyarakat itu berkecukupan dalam pemenuhan hajat hidup tanpa harus membeli keluar.

"Seperti kehidupan petani itu mulai tanam hingga panen, ada yang gak dijual namun untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved