Breaking News:

7 Warga di Kuningan Meninggal Dalam Sumur dan Satu Tersengat Tawon, Berikut Catatan 2021 Damkar  

Bentuk pelayanan non kebakaran yang diberikan kepada masyarakat itu seperti penanganan atau evakuasi sarang tawon, evakuasi korban dalam sumur dll

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Istimewa
ILUSTRASI: Proses evakuasi warga tercebur ke dalam sumur di Kampung Cibeas, Kelurahan Gunung Tandala, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Kamis (14/11/2019) Sore. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Jumlah kasus kebakaran hingga ada warga di Kuningan meninggal dunia akibat serangan tawon selama tahun 2021 tercatat dalam pelaksanaan kerja petugas Damkar Kuningan.

“Mulai Bulan Januari hingga Bulan Desember Tahun 2021 saat ini, telah terjadi 73 Kasus Kebakaran dengan taksiran kerugian materil sebesar Rp 5.345.000.000,” ungkap Kepala UPT Damkar Kuningan, Khadafi saat memberikan keterangan saat ditemui diruang kerjanya, di Kantor Damkar di Jalan Sudirman, Senin (20/12/2021).

Adapun rincian dalam peristiwa kebakaran itu melibatkan bangunan rumah warga sebanyak 39 kasus, sedang Tempat Usaha terdiri dari Toko, Pabrik, Mini Market dan sebagainya itu ada sebanyak 23 Kasus.  

“Selain persitiwa tadi, untuk kasus kebakaran kendaraan roda 4 (mobil) sebanyak 3 kasus, kemduian untuk kebakaran lahan ada sebanyak 8 Kasus. Dalam kejadian kebakaran selama ini tidak ada korban jiwa namun ada sebanyak 4 warga yang terkena luka bakar,” katanya.

Disamping itu, kata Khadafi, sebagai wujud implementasi Pelayanan Dasar Urusan Ketertiban dan Ketentraman Umum Masyarakat, Sub Urusan Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran Dan Non Kebakaran Daerah Kabupaten/ Kota, berdasarkan UU No. 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. UU No. 2 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang.

Bentuk pelayanan non kebakaran yang diberikan kepada masyarakat itu seperti penanganan atau evakuasi sarang tawon. Hal itu tentu berdasarkan laporan pengaduan dari warga masyarakat.

“Jumlah yang masuk dalam laporan untuk melakukan evakuasi sarang tawon di daerah itu ada sebanyak 483 kasus. Kemudian mengenai korban atau warga terkena sengatan lebah ada sebanyak 38 orang dan korban meninggal 1 orang,” katanya. 

Kemudian pelayanan non teknis yang diberikan itu penanganan pohon tumbang akibat hujan disertai angin ada sebanyak 33 Kasus.

Sedangkan, untuk penanganan pembersihan bekas Longsor atau banjir ada sebanyak 21 Kasus.

“Kemudian terlepas dengan tadi, petugas kami juga berhasil melakukan penanganan hewan liar dianggap berbahaya itu ada 32 kasus. Hewan itu seperti Ular, Biawak dan Monyet liar. Untuk pembersihan jalan dan gorong gorong ada 20 kasus dan untuk penanganan Pelepasan cincin ada sebanyak 21 kasus. Selain tadi, dalam memberikan pelayanan dan penanganan korban masuk sumur ada sebanyak 7 kasus dan korban tidak dapat diselamatkan nyawanya alias dalam kondisi meninggal dunia,” katanya.

Baca juga: 2 Kebakaran di Kuningan, Satu Diduga Tersambar Petir, Satu Lagi Menimpa Rumah Janda

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved