Breaking News:

Tersangka Pengupasan Lahan Aset Desa Cipeujeuh Wetan Belum Semua Ditahan, Ini Kata Kajari Cirebon

Kepala Kejari Kabupaten Cirebon, Hutamrin, mengakui belum semua tersangka pengupasan lahan aset desa ditahan.

DOK. KEJARI KABUPATEN CIREBON
Petugas Kejari Kabupaten Cirebon saat menahan TT, salah satu tersangka pengupasan lahan aset desa, Kamis (17/12/2021) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kepala Kejari Kabupaten Cirebon, Hutamrin, mengakui belum semua tersangka pengupasan lahan aset desa ditahan.

Pengupasan lahan seluas satu hektare yang berlokasi di Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, itu mengakibatkan kerugian negara Rp 575 juta.

Menurut dia, hingga kini baru tersangka berinisial TT yang langsung ditahan setelah menjalani pemeriksaan pada Kamis (16/12/2021).

Baca juga: BPD Cilaja Kuningan Harumkan Nama Daerahnya dengan Meraih Peringkat 3 BPD Juara Tingkat Jabar

"Kami titipkan penahanan TT ke Rutan Kelas I Cirebon," ujar Hutamrin saat konferensi pers di Kejari Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (17/12/2021).

Ia mengatakan, tersangka lainnya yang berinisial ST dan menjabat sebagai Kuwu Cipeujeuh Wetan belum ditahan karena mengajukan pengunduran jadwal pemeriksaan.

Pasalnya, ST tengah menikahkan anaknya sehingga tidak dapat hadir memenuhi undangan pemeriksaan dari penyidik Kejari Kabupaten Cirebon.

Baca juga: Anda Mau Berwisata saat Libur Nataru? Akan Ada Rapid Test di 8 kawasan Objek Wisata Jabar Ini

Karenanya, pihaknya merencanakan pemeriksaan ulang terhadap ST dalam beberapa hari ke depan. Namun, terkait penahahan menjadi kewenangan penyidik.

Selain itu, Hutamrin menilai ST kooperatif dan beritikad baik, bahkan telah menitipkan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 250 juta ke rekening penampungan.

"TT tidak menitipkan uang pengganti kerugian negara, tapi ini hanya titip karena kepastiannya harus menunggu hasil persidangan," kata Hutamrin.

Namun, ia tetap berupaya untuk memaksimalkan pengembalian kerugian negara dalam menangani lebih lanjut kasus tersebut.

Sementara perbuatan kedua tersangka mengakibatkan lahan aset desa itu kondisinya rusak dan tidak dapat digunakan untuk pertanian.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved