Breaking News:

Kejari Kabupaten Cirebon Tetapkan Dua Tersangka Kasus Pengupasan Lahan Aset Desa, Salah Satunya Kuwu

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon menetapkan dua tersangka kasus pengupasan lahan aset desa.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kepala Kejari Kabupaten Cirebon, Hutamrin (tengah), beserta jajarannya saat konferensi pers di Kejari Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (17/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon menetapkan dua tersangka kasus pengupasan lahan aset desa.

Kepala Kejari Kabupaten Cirebon, Hutamrin, mengatakan, dua tersangka itu berinisial ST yang merupakan Kuwu Cipeujeuh Wetan dan TT sebagai pihak yang melakukan pengupasan lahan tersebut.

Menurut dia, tindakan itu mengakibatkan tanah yang merupakan aset desa tersebut rusak sehingga tidak dapat digunakan untuk pertanian.

"ST sebagai kuwu dan TT adalah pihak swasta yang menggarap (pengupasan)," kata Hutamrin saat konferensi pers di Kejari Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (17/12/2021).

Baca juga: Kejari Kabupaten Cirebon Tengah Tangani Dua Kasus Korupsi Penyalahgunaan Bantuan Alsintan

Ia mengatakan, penetapan keduanya sebagai tersangka telah melalui serangkaian pemeriksaan dan berdasarkan alat bukti yang ada.

Selain itu, luas lahan yang dikupas kira-kira mencapai satu hektare. Pihaknya pun meminta bantuan inspektorat untuk menghitung total kerugian negara yang ditimbulkan.

"Kerugiannya mencapai Rp 575.647.370, dan tertuang dalam laporan inspektorat nomor 700/LHK.1580/irbansus Tahun 2021 tanggal 18 November 2021," ujar Hutamrin.

Hutamrin menyampaikan, lahan yang dikupas tersebut berada di Blok Rancawakul, Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.

Dalam menangani perkara itu, pihaknya juga berupaya keras untuk mengembalikan kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan para tersangka.

Sejauh ini, ST telah menitipkan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 250 juta ke rekening penampungan, sedangkan TT tidak menitipkan.

"Saat berkasnya dinyatakan lengkap, kami akan melimpahkan kasusnya ke Pengadilan Tipikor Bandung," kata Hutamrin.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved