Breaking News:

Persibmania

LIGA 1 Seri 4 dan 5 Bakal Dihelat di Bali, Pelatih Persib Bandung Tanyakan 3 Hal Ini kepada PT LIB

Liga 1 2021/2022 seri keempat dan kelima direncanakan bakal digelar di Bali. Keputusan ini mendapat pro dan kontra

Editor: dedy herdiana
TribunJabar.id/Ferdyan Adhi Nugraha
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, setelah memimpin latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (24/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Liga 1 2021/2022 seri keempat dan kelima direncanakan bakal digelar di Bali.

Keputusan lanjutan Liga 1 2021 ini mendapat pro dan kontra karena Bali dinilai belum siap dalam infrastruktur untuk menggelar pertandingan.

Satu-satunya stadion yang memilili standar internasional di Bali hanya Kapten I Wayan Dipta di Gianyar. Sementara sisanya seperti I Gusti Ngurah Rai (Denpasar), Stadion Kompyang Sujana (Denpasar), dan Stadion Samudra (Badung) masih dipertanyakan kualitasnya.

Belum lagi masalah tempat latihan bagi para tim peserta. Sebab dengan 18 tim yang berada di satu tempat memerlukan tempat latihan banyak dan juga memadai.

Baca juga: Momen Terakhir Bersama Geoffrey Castillion, Pemain Persib Bandung Lakukan Ini di Ruang Ganti

Pemain Persib Bandung, Geoffrey Castillion dan Wander Luiz
Pemain Persib Bandung, Geoffrey Castillion dan Wander Luiz (Tribun Jabar/Deni Denaswara)

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, meminta PT LIB agar ketika seri keempat dan kelima nanti digelar di Bali, kualitas lapangan harus menjadi fokus utama.

Jangan sampai para pemain menderita cedera karena kualitas lapangan yang buruk.

"Karena kualitas lapangan sangat penting, untuk mencetak sepakbola yang bagus maka dibutuhkan lapangan yang bagus. Dan ini adalah hal yang perlu diperhatikan, bukan hanya tim tapi liga itu sendiri, apakah yang harus diperbaiki," ujar Robert kepada awak media belum lama ini.

Di luar lapangan, hal yang menjadi sorotan Robert pada seri keempat dan kelima nanti adalah kualitas wasit.

Sebab sejauh ini, dia melihat beberapa keputusan wasit yang sulit dipahami.

"Pelanggaran yang jelas terjadi di dalam kotak penalti malah menjadi tendangan bebas di luar kotak penalti. Situasi yang tidak seharusnya menjadi penalti justru dihadiahi penalti. Ini membuat saya bertanya-tanya dan ini yang harus dievaluasi," katanya.

Mantan pelatih PSM Makassar itu menambahkan, para pemain telah melakukan persiapan sebaik-baiknya untuk menghadapi pertandingan.

Bahkan mereka telah melakukan segalanya untuk bisa menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan.

"Maka dari itu, kami mengharapkan faktor lainnya di sekeliling juga memberi yang terbaik. Termasuk kualitas pertandingan yang dikendalikan oleh perangkat pertandingan," katanya.

Baca juga: Gosip Bursa Transfer, Bruno Matos Disebut-sebut Akan Jadi Pengumpan di Persib, Konate ke Persija?

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved