Breaking News:

Pascadikepung Bencana, Bupati Majalengka Minta BPBD dan Dinsos Gerak Cepat

Melihat kondisi itu, Karna telah meminta BPBD dan Dinas Sosial untuk bergerak cepat ketika terjadi bencana alam.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Rumah milik Kusnan, warga Desa Girimulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka tertimpa material longsor dari belakang rumahnya, Rabu (8/12/2021) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Rentetan bencana longsor, banjir hingga angin puting beliung terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Wilayah selatan dan utara Majalengka jadi lokasi yang paling banyak terjadi bencana.

Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan, wilayah selatan dan utara Majalengka memang dikenal sebagai titik yang rawan terjadi bencana.

Untuk selatan, kata dia, sering terjadi longsor karena daerah perbukitan.

Sementara untuk utara, kekeringan dan angin kencang sering terjadi.

Baca juga: Sistem Buka Tutup Pascalongsor di Jalur Provinsi Majalengka, BPBD: Hati-hati Saat Melintas

Baca juga: Tebing Setinggi 15 Meter Longsor Jebol Tembok Rumah Warga di Majalengka, Satu Keluarga Mengungsi

"Kita kan sudah paham peta kerawanan bencana di Kabupaten Majalengka karena kita masuk dalam daerah rawan bencana di Jawa Barat. Pertama wilayah Majalengka terbagi dua, utara dan selatan. Di selatan karakter tanahnya berbukit-bukit."

"Akibatnya itu pada musim hujan di wilayah selatan terjadi longsor. Kalau di utara rawannya kekeringan dan angin besar," ujar Karna saat diwawancarai di Desa Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Senin (13/12/2021).

Melihat kondisi itu, Karna telah meminta BPBD dan Dinas Sosial untuk bergerak cepat ketika terjadi bencana alam.

Menurutnya yang paling utama yang harus dilakukan dua instansi itu ialah antisipasi dan treatment terhadap korban.

"Oleh karena itu, menyadari kondisi Majalengka yang dua wilayah berbeda ini selalu dihadapkan bencana, ya kita siapkan BPBD dan Dinsos untuk mengantisipasi itu karena menghindari bencana kita tidak bisa, tapi bagaimana kita melakukan antisipasi dan treatment ketika terjadi bencana," ucapnya.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi
Bupati Majalengka, Karna Sobahi (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Seperti diketahui, bencana alam tengah mengepung Kabupaten Majalengka dalam beberapa hari terakhir.

Tercatat 20 titik di wilayah selatan Majalengka terjadi longsor yang mengakibatkan beberapa rumah warga tertimbun.

Sedangkan, di wilayah utara, angin besar merusak 475 rumah di 4 kecamatan. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved