Breaking News:

Jenis Sapi Pasundan Terbaik Ternyata Ada di Kuningan, Anggota DPRD Nyatakan Begini

Populasi sapi jenis pasundan terbaik di tingkat Jawa Barat, terdapat di tiga desa di Kecamatan Cibingbin, Kuningan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Syarif Pulloh Anwari
ILustrasi sapi 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Populasi sapi jenis pasundan terbaik di tingkat Jawa Barat, terdapat di tiga desa di Kecamatan Cibingbin, Kuningan. Namun kondisi itu tidak membuat perhatian pemerintah lebih baik dalam pembinaan  dan pengembangan para peternak sapi di sana.

Demikian hal itu dikatakan Ali Akbar, salah seorang Anggota DPRD Kuningan saat ditemui  di lingkungan Kantor DPRD Kuningan, Jalan RE Martadinata, Senin (13/12/2021).

Ali mengatakan, pemerintah idealnya lebih cepat melakukan pendampingan terhadap para peternak sapi di daerah Kuningan timur. Pasalnya, jenis sapi pasundan ini akan menjadi daya tarik bagi calon konsumen.

"Seperti contoh, semua daerah terkait soal ternak itu pasti memiliki nama daerahnya. Misal domba Garut, Sapi Bali, Sapi Madura dan banyak lagi hewan ternak jenis lokal yang terkenal. Artinya dalam menggaungkan sapi pasundan ini bisa menjadi prioritas kerja pemerintah dalam mengenalkan sapi lokal," kata Ali.

Baca juga: Sapi Ngamuk Membuat Anggota DPRD Sleman Terpental ke Aspal Saat Kirab, Langsung Dilarikan ke RS

Baca juga: Peternak Sapi Perah di Kuningan Ketiban Kucuran Dana Rp 1,1 M dari PT Sucofindo

Sapi pasundan ini, kata Ali merupakan sapi lokal atau sapi kacang. Kemudian cara ternak hingga melangsungkan perkawinan itu masih alami. "Ya, sapi pasundan ini sapi lokal yang digembala di lahan angon. Dalam pertumbuhan sapi itu jelas masih sangat alami, mulai dari pakan hingga melakukan perkawinan," katanya.

Ali, yang juga politisi PPP ini mengatakan, dengan sebanyak 1300 ekor sapi yang berada di Kecamatan Cibingbin, akan menjadi bibit pengembangan dan mengenalkan daerah Kuningan sebagai sentra ternak sapi Pasundan.

"Sehingga, keuntungan saat daerah terkenal itu bisa menjadi saya tarik pengusaha atau lapisan masyarakat umum. Apalagi di Kuningan ini sebagai daerah wisata yang cukup populer yang disertai dengan historisnya," katanya.

Ancaman lain terjadi, kata Ali mengklaim bahwa sapi pasundan ini tidak jauh dengan jenis sapi di Jawa Tengah atau yang dikenal sapi Bampres. Namun sapi di sana juga belum menjadi keseriusan pemerintah dalam mengunggulkan sapi lokal.

"Nah, maksud saya. Meski ada kemiripan wujud sapi pasundan dengan sapi Bampres, namun tidak ada salahnya pemerintah lebih peka dalam melakukan hak cipta sapi pasundan itu ada di Kuningan. Keunggulan dari sapi pasundan itu dari daging yang berada di pundak memiliki sirip kaya begitu, ini jelas jauh berbeda jika dibandingkan dengan sapi lokal daerah lain," katanya.

Terlepas dengan sapi pasundan tadi, saat ditanya soal pergantian hewan ternak warga di serang ajag liar? Ali menjawab bahwa hingga saat ini tidak ada perhatian pergantian kepada peternak di daerahnya. Padahal sebelumnya, pemerintah telah menjanjikan ganti untuk hewan ternak warga yang di serang warga.

"Hingga saat ini, peternak belum melaporkan bahwa mereka dapat kambing atas musibah serangan ajag liar dulu. Padahal sudah diketahui akan diganti pemerintah, namun ya seperti ini nyatanya," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved