Breaking News:

Beredar Surat Larangan Libur Natal dan Tahun Baru bagi Pelajar, Ini Kata Kadisdikbud Kuningan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan mengimbau kepada satuan pendidikan dan siswa untuk tidak libur

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
(Capture Facebook)
Ilustrasi - Ibu-ibu dan anaknya berunjuk rasa menuntut agar sekolah anaknya tidak diliburkan. 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan mengimbau kepada satuan pendidikan dan siswa untuk tidak libur jelang hari Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) nomor 29 tahun 2021 yang di keluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) dan Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Jabar dengan nomor 15864/KS.02.04.01/Sekre perihal imbauan Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kuningan, Uca Somantri saat dihubungi ponselnya, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Meski Tak Ada PPKM Level 3 Saat Liburan Nataru, Ketua Paguyuban Wisata Kuningan Ungkap Begini

Baca juga: Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 saat Libur Nataru, Berikut Update Syarat Perjalanan

Uca mengatakan bahwa surat edaran larangan libur bagi siswa di masa Natal dan Tahun Baru 2022 itu sudah menyebar di sejumlah lembaga pendidikan di Kuningan.

"Iya kang, kita mendapatkan surat edaran dari Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi untuk Guru dan Siswa tetap masuk sekolah dan surat itu sudah didistribusikan ke setiap sekolah di Kuningan," ujar Uca Somantri.

Mengenai pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar, Uca mengklaim bahwa pelaksanaan tetap berbasis protokol kesehatan dan secara teknis melakukan formulasi pembelajaran tatap muka dengan pergantian waktu dan sesuai kapasitas ruangan.

"Kita tetap lakukan pengawasan prokes dan KBM tatap muka juga dilakukan secara bergantian dengan kuota siswa terjaga dari kerumunan," katanya.

Dengan formulasi pendidikan karakter serta ekstrakulikuler meskipun waktunya secara jadwal itu libur. Guru tetap memberikan pembelajaran pendidikan karakter kepada siswa.

"Meski kalender pendidikan libur, tetap ada pembelajaran dan pada tanggal 10 Januari itu sudah masuk pada tahun ajaran baru dalam kalender pendidikan," katanya. (*) 

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved