Breaking News:

Antisipasi Dampak Letusan Gunung Ciremai, Bupati Kuningan Ungkap Begini

daerah Kuningan merupakan wilayah yang berada di bawah Gunung Ciremai yang memiliki di ketinggian 3078 Meter

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Awan Lenticular muncul di atas Gunung Ciremai pada Kamis (1/4/2021) sore. 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Pascaletusan Gunung Semeru beberapa waktu lalu yang menimbulkan korban jiwa, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kuningan. Pasalnya, daerah Kuningan merupakan wilayah yang berada di bawah Gunung Ciremai yang memiliki di ketinggian 3078 Meter Dari Permukaan Laut (MDPL).

"Antisipasi dan pencegahan terhadap dampak letusan Gunung Ciremai, kami dari pemerintah daerah sering melakukan koordinasi dengan lembaga pemerintahan lainnya dan tidak saling mengedepankan ego sendiri," ungkap Bupati Kuningan, H Acep Purnama seusai menghadiri kegiatan di Objek Wisata J&J di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Selasa (7/12/2021).

Menurut Acep, salah satu bentuk pencegahan terhadap dampak amukan Gunung Ciremai itu bisa melalui berbagai cara. Seperti pelestarian terhadap lingkungan alam Gunung Ciremai yang memiliki habibat bagi satwa serta memiliki ekosistem yang baik.

Baca juga: 7 Satwa Dilindungi Dilepasliarkan di Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai Majalengka

Baca juga: Macan Tutul Slamet Ramadhan dan Elang Jawa Huni Gunung Ciremai, Kepala BTNGC Sebut Kondisi Sehat

"Melindungi alam untuk tetap lestari juga menjadi bagian untuk mencegah hal tidak diinginkan dari kawasan Gunung itu sendiri. Apalagi lingkungan habibat hewan hidup disana sangat bagus hingga alam pun tetap Lestari," katanya.

Terpisah Kepala BTNGC Kuningan, Teguh Setiawan mengatakan bahwa kondisi ekosistem di kawasan Gunung Ciremai sangat baik. Sebab, di kawasan tertentu ada larangan untuk menembak hewan liar di sekitar alias tidak boleh dijadikan tempat perburuan.

"Untuk kawasan hutan Gunung Ciremai memang ada kawasan larangan untuk dilakukan perburuan. Sehingga bisa kita rasakan bahwa ekosistem disana berjalan cukup baik," katanya.

Bukti ekosistem baik di kawasan Gunung Ciremai itu dengan tumbuhkembangnya sosok Macan Tutul Slamet Ramadhan.

"Slamet Ramadhan makin besar dan sehat. Untuk kebutuhan pakan itu seperti babi liar dan monyet ekor panjang. Dua jenis satwa itu termasuk hama pertanian warga sekitar," katanya. 

Tangkuban Parahu Mirip Semeru

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved