Breaking News:

Cegah Covid-19 Omicron Masuk ke Indonesia, Masyarakat Diimbau Vaksinasi dan Disiplin Prokes

Satgas Covid-19 mengimbau agar masyarakat Indonesia tetap mewaspadai potensi lonjakan Covid-19 dan munculnya varian Omicron seperti yang dialami Eropa

Freepik
Ilustrasi virus 

TRIBUN- Satgas Covid-19 mengimbau agar masyarakat Indonesia tetap mewaspadai potensi lonjakan Covid-19 dan munculnya varian Omicron seperti yang dialami di Eropa.

Eropa kini menjadi episenter pandemi Corona dan memang itu terjadi karena ada peningkatan kasus Covid-19 yang sangat tinggi.

Bahkan, di negara Jerman sempat mengalami peningkatan 67186 kasus Covid-19 dengan kematian 446 per hari  dan itu merupakan tertinggi sejak awal pandemi.

Berkaca dari apa yang dialami Eropa, Indonesia pun harus melakukan sejumlah usaha untuk mencegah lonjakan Covid-19 terjadi dan varian Omicron tak masuk.

Vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan menjadi hal yang paling disorot dalam terjadinya lonjakan Covid-19 tersebut.

"Setiap negara itu memiliki protokolnya sendiri dan juga menariknya adalah karakter masyarakat juga berpengaruh tentunya setiap negara memiliki karakter masyarakat yang berbeda."

"Ada yang mudah untuk mengikuti mainstreamnya, ada juga yang mudah untuk mengikuti anjuran-anjuran kemudian merasa benar, ada yang juga mungkin masih merasa ingin berkeras dengan pendapatnya" kata dr Budiman Bela, Spesialis Mikrobiologis Klinis Anggota Bidang Penanganan Kesehatan dan Panel Ahli Satgas Penanganan Covid-19 BNPB, dalam siaran pers BNPB, Kamis (2/12/2021)

Hal itu, kata Budiman terjadi juga dengan masalah vaksinasi

"Kita ketahui di negara-negara maju mereka sering berkeras dengan pendapatnya kalau tidak mau divaksin ya tidak. Sementara Indonesia menarik sekali bahwa beberapa anggota masyarakat yang tadi yang termakan oleh hoaks untuk tidak jadi mau ikut-ikutan tidak divaksin, sekarang malah Kelihatannya sudah berbondong-bondong mau divaksinasi," kata Budiman

Ini adalah, lanjut Budiman hal yang sangt positif karena ini bisa menurunkan angka sakit berat dan angka kematian.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved