Antisipasi Penularan Covid-19, Contact Tracing dan Disiplin Prokes Perlu Digencarkan
Satgas Covid-19 mengajak masyarakat dan pemerintah daerah melakukan upaya contact tracing atau penulusuran kontak erat.
Penulis: Mutiara Suci Erlanti | Editor: Mutiara Suci Erlanti
TRIBUN- Satgas Covid-19 mengajak masyarakat dan pemerintah daerah melakukan upaya contact tracing atau penulusuran kontak erat.
Selain disiplin penerapan protokol kesehatan, contact tracing dilakukan sebagai alah satu upaya yang penting dalam mempertahankan kondisi kasus Covid-19 nasional yang terkendali atau untuk menekan secara dini lonjakan kasus Covid-19 yang mulai terjadi.
"Berdasarkan hasil evaluasi PPKM, nampak adanya kecenderungan transisi level PPKM kabupaten/kota pada area aglomerasi Jabodetabek dari level 1 menjadi level 2," kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam siaran live BNPB Indonesia, Kamis (2/12/2021).
Wiku mengatakan, hasil evaluasi ini menjadi penting mengingat area Jabodetabek didominasi wilayah jantung kegiatan ekonomi vital nasional yang secara alamiah memiliki ritme mobilitas tinggi.
"Sehingga, itu memperbesar peluang penularan Covid-19. Untuk itu selain berupaya mengevaluasi pencegahan seperti kedisiplinan protokol kesehatan dan pengendalian mobilitas, harus dilakukan upaya penanganan dini lainnya seperti penulusuran kontak erat," kata Wiku.
Penulusuran kontak erat, kata Wiku bertujuan untuk memutus alur penularan Covid-19, melindungi kelompok rentang, mencegah pengetatan aktivitas masyarakat.
Wiku menjelaskan bahwa proses penulusuran kontak erat secara sederhana terbagi menjadi empat tahapan besar.
Pertama, diagnosis satu kasus positif Covid-19 sebagai titik awal penulusuran.
Kedua yaitu identifikasi melalui wawancara oleh tracer kepada pasien positif melalui upaya mengingat kembali siapa saja yang pernah berinteraksi dalam jarak satu meter setidaknya selama 15 menit sejak dua hari sebelum dan 14 hari sesudah gejala muncul.
Ketiga, Upaya menghubungi data orang hasil tracing untuk diberikan informasi terkait karantina, gejala yang harus diwaspadai, dan waktu melakukan pemeriksaan Covid-19.
Keempat yaitu mengulangi tahap pertama jika ditemukan kasus positif Covid-19 dari daftar kontak erat yang telah dihubungi.
"Metode penulusuran kontak erat yang ideal ialah yang menyesuaikan level transmisi daerah setempat. Termasuk siap dan tanggap menghadapi peningkatanlaju penularan virus Covid-19 yang bisa saja terjadi di masa yang akan datang," jelas Wiku.
Menurut Wiku, saat ini Indonesia secara nasional berada di status transmisi tingkat satu, sehingga rekomendasi pendekatan penelusuran kontak yang dilakukan ialah menetapkan target atau rasio upaya penulusuran kontak.
"Dalam memilih target penulusuran yang tepat, badan otoritas kesehatan setempat dapat menimbang orang yang berinteraksi dengan kasus positif dalam durasi yang panjang atau kondisi tempat yang ramai seperti kerumunan atau yang diprioritaskan," kata Wiku.
Selain penulusuran kontak erat, Wiku pun mengimbau bahwa penerapan prootokol adalah cara utama kita untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar.
"Perlindungan dengan vaksin juga menjadi hal yang sangat penting karena semakin banyak orang yang divaksin maka kita akan semakin terlindungi. Vaksinasi juga akan mencegah timbulnya gejala berat bagi mereka yang tertular Covid-19 sehingga dapat mengurangi kebutuhan perawatan di rumah sakit," jelas Wiku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/ilustrasi-masyarakat-memakai-masker-covid.jpg)