Breaking News:

Terkuak Ada Anak SD Cari Rongsokan Hingga Larut Malam di Pangandaran, Disdik Ingatkan Kepala Sekolah

Dinas Pendidikan, pemuda dan olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Dodi Djubardi mengingatkan pihak sekolah agar mengecek kondisi para siswanya

Editor: dedy herdiana
Dok Tagana Pangandaran
Petugas Tagana Pangandaran, saat mengamankan Leno yang sedang mencari Rongsok sampai larut malam, Rabu (1/12/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Pangandaran, Padna

TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Kepala bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, pemuda dan olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Dodi Djubardi mengingatkan pihak sekolah agar mengecek kondisi para siswanya.

"Kegiatan seperti itu (Leno mencari rongsok hingga larut malam) ditakutkan orang tuanya tidak mengetahui," ujar Dodi saat mendatangi dan memberikan himbauan terhadap kepala sekolah serta para guru di  SDN 2 Babakan, Pangandaran, Kamis (2/12/2021) pagi.

Yang kedua, lanjut Ia, siswa harus diberikan pemahaman kalau keluar rumah jangan  terlalu malam dan jangan terlalu jauh.

"Karena anak-anak tentu harus sekolah, jam 10.00 malam masih ada di bundaran tugu marlin. Kan, terlalu malam bagi anak sekolah. Belum, perjalanan pulangnya malam," katanya.

Baca juga: Ayah dan Ibunya Cerai, Leno Anak Kelas 3 SD Nekad Cari Rongsokan di Pangandaran hingga Larut Malam

Kemudian, lihat lagi dari sisi ekonomi keluarganya, benar atau tidak kondisinya tidak mampu.

"Sehingga, sampai anaknya harus melakukan hal seperti itu (mencari rongsok). Jika misalkan keinginan anaknya, berarti kewajiban kita memberikan pemahaman." 

"Tapi kalau harus tidak boleh mah (tidak boleh mencari rongsok) itu susah, apalagi itu karena dorongan ekonomi," ucap Ia.

Dan menjadi pemulung itu, ungkap Ia, untuk sekarang ini bukan menjadi hal yang aneh.

Baca juga: Leno Anak Kelas 3 SD di Pangandaran Cari Rongsok Hingga Larut Malam, Begini Tanggapan Pihak Sekolah

Hal itu, sudah ada dimana mana karena mungkin desakan ekonomi.

"Tidak jarang, satu keluarga itu menjadi pemulung. Dan kita, hanya bisa prihatin. Kenapa? Karena memang, kita tidak bisa membantu secara finansial."

"Hal seperti ini, memang kabar yang kurang baik. Meskipun kurang baik, tapi harus gimana lagi karena mereka juga harus bertahan hidup," ujar Dodi. *

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved