Breaking News:

Terdakwa Pelaku Pembunuhan Pelajar di Kota Sukabumi Divonis 2 Tahun 4 Bulan Penjara

Kasus pembacokan pelajar yang mangakibatkan AM (18) meninggal dunia kini memasuki masa persidangan di Pengadilan Negeri 1B  Kota Sukabumi

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar/Dian Herdiansyah
Sidang Putusaa MIE, Terdakwa Pelaku Pembunuhan Pelajar di Kota Sukabumi di Pengadilan Negeri 1B  Kota Sukabumi, Kami (2/12/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Kasus pembacokan pelajar yang mangakibatkan AM (18) meninggal dunia kini memasuki masa persidangan di Pengadilan Negeri 1B  Kota Sukabumi.

Kasus pembacokan Senin 25 September lalu yang terjadi di pertigaan Jalan Stadion Suryakencan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi terigester dengan nomor perkara 6/Pid.Sus-Anak /2021/PN SKB.

Humas Pebgadilan Negeri Kota Sukabumi, Simon Sitorus mengatakan, berdasarkan hasil putusan sidang, yang dipimpin oleh Hakim Eka Desi Prasetya dengan Panitera pengganti Nasrudin, MIE (16) secara sah terbukti melakukan penganiyaan yang menyebabkan meninggal dunia.

"Hasil putusan persiadangan MIE divonis dua tahun empat bulan penjara, karena terbukti secara hukum," ujarnya kepada Tribunjabar.id, Kami (2/12/2021).

Adapun yang meringankan dan memberatkan terdakwa kata Simon, yang bersangkutan mengakui perbutannya tanpa berbeli-belit dan mengakui bersalah atau dianggap kopratif.

"Terdakwa anak ini tidak berbelit-belit, mengakui perbuatan kesalahannya, tidak pernah terlibat pidana sebelumya.  Sehinga hakim menjatuhkan 2 tahun 4 bulan," ujarnya.

Sebelumnya Terduga pelaku MIE Alias E (17) di tangkap di Wilayah ujung Genteng di kerabatnya oleh Jajaran Unit Jatanras yang di pimpin kanit Jatanras Polres Sukabumi Kota IPDA Budi Bachtiar, Jumat pagi (29/10/2021). 

Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin, menjelaskan kronologi berawal adanya sejumlah pelajar yang menyewa angkot trayek bhayangkara dengan tujuan untuk nongkrong di terminal Lembursitu Kota Sukabumi.

"Sesampainya di tempat kejadian perkara tiba-tiba angkot tersebut dihalangi oleh 1 (satu) unit sepeda motor yang berisikan 2 (dua) orang yang salah satunya korban. Kemudian diketahui yang di bonceng tersebut diketahui korban  AM langsung mendekati pintu masuk angkot sambil membawa senjata tajam jenis cerulit dan langsung membacokannya terhadap pelaku MIE alias E (17 tahun), sebanyak satu kali ke arah dadanya," jelasnya, Senin (1/11/2021). 

Secara spontan, terduga pelaku dengan langsung keluar dari angkot sambil membawa senjata tajam jenis cerulit dan langsung melakukan perlawan terhadap korban. 

"Terduga keluar pintu angkot membacokan senjata tajam ke  kepala korban, hingga senjata tajam hingga tertancap di kepala korban, lalu korban langsung melarikan diri sambil mencabut senjata tajam milik pelaku dan membuangnya," terang Zainal.

Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga memperlihatkan sejumlah barang bukti cerulit milik pelaku.

"Barang bukti yang kita amankan 1 bilah cerutit yang dipakai membacok korban," tururnyan

Pelaku terkena pasal 338 kuhp tentang pembunuhan ancaman maksimal 15 tahun dan atau pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan mengakibatkan kematian ancaman maksimal 7 tahun.

Baca juga: Ada 1001 Warga Kabupaten Sukabumi Terinfeksi HIV/AIDS, 5 Persennya Pelajar Akibat Pergaulan Bebas

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved