Breaking News:

Leno Anak Kelas 3 SD di Pangandaran Cari Rongsok Hingga Larut Malam, Begini Tanggapan Pihak Sekolah

Seorang anak di Pangandaran sering mencari rongsokan hingga larut malam, pihak sekolah sudah berupaya untuk menjadikannya lebih baik.

Editor: dedy herdiana
Dok Tagana Pangandaran
Petugas Tagana Pangandaran, saat mengamankan Leno yang sedang mencari Rongsok sampai larut malam, Rabu (1/12/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Pangandaran, Padna

TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Seorang anak di Pangandaran sering mencari rongsokan hingga larut malam, pihak sekolah sudah berupaya untuk menjadikannya lebih baik.

Seorang anak ini bernama Leno (9) dan tinggal bersama kakeknya di Dusun Dusun Bojongkarekes RT 2/13, Desa Babakan, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jawa barat.

Dan Leno merupakan, satu siswa di sekolah di SDN 2 Babakan, Pangandaran.

Kepala Sekolah SDN 2 Babakan, Abdul Aziz menyampaikan, memang anak tersebut bersekolah di tempat kerjanya dan sudah kelas 3.

"Tapi, hari ini dia (Leno) tidak masuk. Setiap waktu sekolah, dia biasa bersekolah seperti biasa. Tapi dalam seminggu, sesekali kadang dia bolos dan kata ibunya dia mau pindah ke sekolah lain," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di ruangan kantornya, Kamis (2/12/2021) pagi. 

Menurutnya, Leno adalah satu anak yang baik, dan dalam pembelajaran juga IQ nya cukup bagus. Termasuk, dalam pembelajaran juga semangat.

"Dia (Leno) semangat belajar lah, cuman dalam sehari harinya ketika pulang sekolah saya kurang tau," katanya. 

Dan adapun kegiatan di luar sekolah (mencari rongsok), mungkin itu karena Leno juga melihat kondisi keluarga.

"Dia mungkin minta ke orang tua bingung atau kasihan atau gimana, yang akhirnya mungkin terpaksa mencari uang sendiri.

Baca juga: Ayah dan Ibunya Cerai, Leno Anak Kelas 3 SD Nekad Cari Rongsokan di Pangandaran hingga Larut Malam

Disamping mencari rongsok juga, mungkin ada yang memberi uang jadi mungkin dia malah lebih semangat," ucap Abdul.

Meskipun di sekolah tanggungjawabnya, tapi selain guru, harus melibatkan semua stakeholder satu diantaranya, pemerintah dan orang tua.

Tapi mungkin, karena latarbelakang orang tua, yang membuat Leno berani untuk mencari uang sendiri dengan cara mencari rongsok.

"Kan disini, Leno numpang di akinya (kakeknya). Mungkin karena tidak terkontrol, dia mencari jalan sendiri, mungkin awalnya bersama teman temannya. Lama kelamaan, mungkin dia mencari sendiri," ujarnya.

Abdul mengungkapkan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendorong Leon untuk semangat bersekolah.

"Karena, layaknya dia kan usia sekolah, masih dibawa umur. Pada masa belajar, dia harusnya tidak usah kerja berat. Dan Kita sudah berupaya untuk menjadikan anak menjadi lebih baik, layaknya anak- anak lain."

"Tapi menurut Saya, segitu juga positif, daripada meminta minta seperti pengemis," ucapnya. 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved