Breaking News:

Keluarga Korban Histeris Tak Terima Pembunuh Pelajar Dihukum 2 Tahun 4 Bulan Penjara

Keluarga Korban AM (18) yang meninggal dibacok oleh terdakwa MIE tak terima putusan sidang hakim Pengadilan Negeri Kota Sukabumi, Kamis (2/12/2021).

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar/Dian Herdiansyah
Sidang Putusan MIE, Terdakwa Pelaku Pembunuhan Pelajar di Kota Sukabumi di Pengadilan Negeri 1B Kota Sukabumi, Kami (2/12/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Keluarga Korban AM (18) yang meninggal dibacok oleh terdakwa MIE tak terima putusan sidang hakim Pengadilan Negeri Kota Sukabumi, Kamis (2/12/2021).

Hasil persidangan yang digelar Pengadilan Negeri Kota Sukabumi di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Gunungpuyuh, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, hakim memutuskan terdakwa dengan putusan hukuman 2 tahun 4 bulan penjara. 

Keluarga korban berteriak histeris dan menangis di luar ruang persidangan, akibat tidak terima keputusan hakim yang dianggap hukumannya sangat rendah.

Jika dibandingkan dengan awal tuntutan maksimal ketika masih dalam penanganan Polres Sukabumi Kota, saat itu tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun dan atau Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan mengakibatkan kematian dengan ancaman maksimal 7 tahun. 

Ibu korban, Een (41 tahun) meminta keadilan hukum kepada Walikota Sukabumi, Kepala Kejaksaan Negri Kota Sukabumi, Kapolda Jawa Barat dan bahkan kepada Presiden Republik Indonesia atas putusan yang diterimanya menurutnya sangat tidak memuaskan. 

"Saya minta keadilan yang seadil-adilnya untuk anak saya yang dari kecil anak saya itu sudah menjadi anak yatim, Saya tidak terima anak saya meninggal secara tragis dibunuh," ujarnya.

Pihak keluarga pun, menilai dalam pelaksanaan pengadilan kasus hukum yang mengakibatkan nyawa anaknya meninggal tersebut, terlihat banyak kejanggalan.

"Saat sidang saksi tidak semua dihadirkan. Bahkan saya disuruh oleh pihak kejaksaan dan kepolisian untuk mencari saksi oleh saya sendiri," aku Een.

Saudara Korban, Irna (35) mempertanyakan tidak adanya informasi pemberitahuan jalannya sidang kepada keluarga. 

"Seperti berharap kita tidak datang, padahal kita ingin mengawal sidang dari awal, alur dari persidangan ini kita tidak tahu dari sidang pertama hingga sidang terakhir putusan," pungkasnya.

Baca juga: Terdakwa Pelaku Pembunuhan Pelajar di Kota Sukabumi Divonis 2 Tahun 4 Bulan Penjara

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved